Halaman

Kamis, 17 Februari 2022

Apresiasi dari Canva

"Ditta Widya Utami. Congratulations on creating 100 designs in Canva. Another big achievement in your design journey." The Canva Team

Hari ini setelah jeda kurang lebih satu bulan, saya kembali melaksanakan tugas sebagai Pengajar Praktik (PP). 

Sebulan sekali, PP akan berkunjung ke sekolah Calon Guru Penggerak (CGP) untuk melaksanakan Pendampingan Individu (PI).

Hal ini kami (PP) lakukan di program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 3 selama 9 bulan.

Saat membuat laporan maupun presentasi persiapan lokakarya, saya terkadang menggunakan Canva.

Tak hanya di PGP. Saat PPG atau membuat flyer berbagai kegiatan hingga presentasi untuk pembelajaran, saya pun sering menggunakan Canva.

Tak disangka, ternyata saya mendapat apresiasi dari Canva. Apresiasi karena saya telah membuat 100 desain menggunakan aplikasi Canva. Wah, alhamdulillah.

Apresiasi ini sederhana karena saya hanya mendapat Canva 100 Design Milestone Badge. Tapi ... sungguh, walau sederhana saya merasa sangaaaaat senang. Membuat saya semakin semangat untuk sering-sering menggunakan Canva.

Terima kasih Canva .... sudah membantu kami menghasilkan karya dengan tampilan yang lebih baik.

Senin, 14 Februari 2022

Setiap Orang Memiliki Jalan Berbeda

Ada jalan yang berliku. Ada pula yang lurus.

Ada yang datar. Ada yang curam.

Ada yang mulus. Ada yang berbatu.

Setiap orang punya jalannya masing-masing.

Tak peduli seperti apa pun jalannya ... sampai atau tidaknya kita pada tujuan akan kembali lagi pada tekad kita masing-masing.

Bukankah orang yang berada di jalan tol pun bisa jadi tak sampai ke tujuan? 

Bila ia memutuskan berhenti. Bila ia memutuskan kembali. Bila ia berpikir perjalanan akan terlalu panjang, dsb.

Maka ... seberapa kuatkah tekadmu???

Nikmati prosesnya. Tetap ikhtiar lalu tawakal.

Bismillah ...

#SelfReminder

Ditta Widya Utami


Kamis, 10 Februari 2022

Begini Rasanya Diwawancara oleh Mahasiswa

Pagi ini sekitar pukul 08.00 pagi, saya dihubungi oleh seorang teman. Teman blogger dan sama-sama pernah menulis buku solo maupun antologi.

"Pagi Bu Ditta. Nanti jam 1 siang kosong nggak? Ini ada mahasiswa ingin wawancara terkait nulis blog dan buku (solo)." Begitu sapa Raimundus Brian Prasetyawan di pagi hari.

Saya berpikir sejenak. Mengingat apakah ada agenda siang ini. Akhirnya saya pun mengiyakan.

Maka masuklah saya ke ruang zoom yang telah dibuat Alya, mahasiswi Darma Persada Jakarta Timur. Pukul 13.00 saya coba masuk room. Masih belum dibuka. Hehe, tapi memang sih undangannya pukul 13.12 WIB. 

Maka saya pun melakukan aktivitas lain terlebih dahulu. Eh, ketika kembali masuk ternyata sudah ada Pak Brian, Pak Dail, Bu Widya dan tentu saja Alya.

Waahh ... mantap nih. Pak Dail dan Bu Widya juga sama-sama penulis hebat! Belum lagi ditambah Bu Rita Wati dari Bali yang penghargaan menulisnya kece abis. Wow!

Tanya jawab pun dimulai. Alya bertanya kepada kami secara bergiliran. Katanya untuk menunaikan tugas salah satu organisasi di kampusnya.

Bersama Alya dan para blogger keren.

Pertanyaannya cukup lengkap. Kapan kami mulai menulis di blog dan mengapa. Apa yang jadi tema tulisan kami. Kesulitan yang dihadapi saat menulis. Suka duka menjadi blogger. Pandangan kami terhadap blogger saat ini. 

Adapun terkait buku, beberapa pertanyaannya adalah cerita tentang buku solo pertama kami. Berapa lama kami menulis buku solo. Buku apa yang berkesan. Serta tips dan pesan apa yang ingin kami sampaikan untuk penulis pemula khususnya.

Jadi, bagaimana rasanya diwawancara oleh mahasiswa? Hehe ... Saya sih senang-senang saja.

Diberi kepercayaan dan kesempatan berbagi bersama para blogger dan penulis hebat adalah sesuatu yang patut disyukuri. Alhamdulillah.

Tak hanya ikut sesi wawancara, sore ini saya bersyukur masih bisa ikut ruang kolaborasi virtual. Yep. Ada jadwal Calon Guru Penggerak (CGP) belajar bersama Fasilitator.

Bersama para CGP dan Fasilitator PGP Angkatan 3

Saya sebagai pendamping praktik tentu senang bisa menemani proses belajar para CGP. Semoga tetap semangat selalu.

Ya Allah, hamba senang sekali hari ini. Terima kasih ....

Rabu, 02 Februari 2022

Diskusi Lanjutan Materi-8 Gel. 23 dan 24

Malam ini kembali saya diberi kesempatan luar biasa untuk berbagi. Berbagi di kelas Belajar Menulis bersama PGRI Gelombang 23 dan 24.

Kelas dibuka dengan manis oleh Ibu Widya Setianingsih sebagai moderator. Ratu puisi asal Lebak tersebut mampu menyulut semangat peserta untuk mengikuti pelatihan.

Sesuai namanya grup "Belajar Menulis", maka saya mengajak peserta untuk menulis terlebih dahulu. Sederhana saja. Saya meminta peserta pelatihan membaca artikel berjudul "Ketika Kita Berbuat Salah". Lalu, peserta harus membuat tulisan yang berkaitan dengan apa yang sudah saya tulis.

Alhamdulillah 31 peserta membuat tulisan langsung di kolom komentar dan lainnya ada yang langsung dikirim di grup WA.

Dilanjut pemaparan materi dan diskusi, rupanya waktu jua yang harus memisahkan. Masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Oleh karena itu, di tulisan ini saya mencoba mengerjakan PR saya. Hehe: menjawab pertanyaan yang belum sempat dibahas.

P 11

Assalamualaikum  ibu Widia, ibu widiaπŸ˜€πŸ˜€πŸ₯°.

Salam kenal saya Icut fiqa 

Dari Aceh 

Sebelumnya materi hari ini mantap bgi saya, sehingga malam ini saya mengalami contoh dari WB karena jujur wa web tiba2 MLM ini  bermasalah heheh.  Hmpir buat saya strees, ketik dihp layar tidak besarπŸ˜πŸ˜€, geser kesana sini,namun Alhamdulillah masih saya ingat kata materi dari ibu berikan, alhasil WB bisa dibasmi

Yang ingin saya tanyakan. 

 saya terkadang sering muncul ide barengan, seperti, puisi , cerpen, dan artikel, yang mana kita utamakan, soalnya saya bingung buk, sehingga terkadang terserang penyakit WB, alhasil jadi tumpang karya. Saya.😁

Terimakasih buk

Jawab:

Wa 'alaikum salam Buk Icut. Saran saya coba buat skala prioritas, jadwal dan buat folder atau file per tema. 

Ketika punya ide tentang cerpen, masukkan ke folder cerpen. Ketika punya ide tentang puisi, masukkan ke folder puisi.

Tentukan dari berbagai tema tersebut, mana yang akan diprioritaskan. Maka selesaikan yang utama terlebih dahulu.

Bila perlu buat jadwal. Contoh jadwal menulis puisi hari Rabu. Cerpen Kamis. Artikel Sabtu. Jika bisa istiqomah, insya Allah gak akan terserang WB.

P 12

Ibu Ditta.

Pak Zaki bertanya kembali πŸ™

Menurut ibu Ditta;

Virus WB dan virus overthinking itu berbeda.  

Bisa jadi overthinking menyebabkan WB.

Ibu Ditta Mohon penjelasannya??

Jawab:

Begini, dari artikel berjudul "Mengenal Apa Itu Overthinking" yang saya baca di situs ugm.ac.id, seringkali kita memang tidak sadar sedang mengalami overthinking.

Overthinking sendiri bahkan ternyata tidak hanya masalah khawatir atas apa yang akan terjadi. Tapi, bisa juga berupa ruminasi, yaitu terlalu memikirkan masa lalu. Misal, jika saja kemarin saya tidak pergi, mungkin saat ini ... dsb.

Bagi seorang penulis, ketika ia mengalami overthinking maka hal tersebut bisa saja menyebabkan writer's block. Overthinking dalam dunia seorang penulis, bisa jadi erat kaitannya dengan sikap perfeksionis.

Misal, ketika kita terlalu "khawatir memikirkan" apakah naskah kita sudah baik? Apakah sudah sesuai EYD? PUEBI?

Buku pertama laris manis. Harus bikin yang bagaimana agar bisa laris manis lagi ya? Apa teman-teman akan suka dengan tulisan saya kali ini? dsb.

Jika kita biarkan "pikiran-pikiran" seperti itu berkembang, bisa jadi hal tersebut "memperlambat" kita dalam menghasilkan sebuah karya.

Bukankah menulis lebih lambat dari biasanya adalah salah satu tanda terkena WB? Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa overthinking bisa jadi menyebabkan WB.

P 13

Selamat malam bu Widya

Saya Lastika dari kota Pematangsiantar

Saya mau bertanya buk

Jika saya sdh banyak melahirkan tulisan-tulisan misalkan pada blog, apakah saya harus segera menerbitkan buku solo, dapatkah blog itu yg saya jadikan conten buku saya, lantas bagaimana langkah-langkahnya?

Terimakasih ibu sdh diberikan kesempatan pada ruang diskusi, bertanya dan sharing ,mohon maaf kalau ada yang salah πŸ˜‡πŸ™

Jawab:

Halo Bu Lastika ... Salam kenal yaaa ...

Kalau sudah sering menulis di blog, yukkk segera terbitkan jadi buku solo. Banyak loh alumni pelatihan Belajar Menulis PGRI yang sudah menerbitkan buku hasil kumpulan tulisannya di blog.

Tak hanya alumni kelas pelatihan, buku-buku best seller di toko buku besar pun ternyata ada yang merupakan kumpulan tulisan di blog. Contohnya buku Raditya Dika (Kambing Jantan) atau Arry Rahmawan (Studentpreneur Guidebook).

Ada dua cara agar tulisan di blog dapat dibukukan:

1. Menerbitkan sendiri. Kumpulkan tulisan yang terserak di blog. Buat judul yang menarik. Hubungi penerbit (sekarang sudah banyak self publishing), naskah yang kita kirim pasti bisa terbit. Kecuali kalau dikirim ke penerbit besar, pasti ada seleksi dulu ya.

2. Dihubungi editor dari penerbit. Ini seperti kisah Arry Rahmawan. Rutin menulis di blog, tau-tau dihubungi editor buku. Eh, setelah dicetak ternyata laris manis hingga terjual lebih dari 3500 eksemplar dalam waktu singkat. Wow!

Nah, semoga belum puas dengan pemaparan saya yaa ... Biar makin semangat belajarnya. Hehe ...

Terima kasih atas sesi yang luar biasa berkesan. Terima kasih pula bagi Bapak/Ibu yang telah berkenan membuat resumenya.

Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat.

Salam literasi πŸ‘†πŸ»