Halaman

Senin, 28 Maret 2022

Proses Perekaman Video Lomba Puisi Gerbang Cita

Saya ini tak jago puisi. Tapi entah kenapa, selalu saja didekatkan dengan hal-hal berbau puisi.

22 Maret 2022, saya mendapat informasi dari kepala sekolah tentang Anugerah Gerbang Cita. Salah satu program dari Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Subang.

Saya segera menghubungi para guru bahasa Indonesia. Tentu saja untuk bertanya terkait siswa yang memiliki potensi dalam membaca puisi, berpidato dan bercerita.

Hehe, saking semangatnya, saya jadi melewatkan bagian penting. Di bagian ketentuan lomba, tertulis bahwa peserta adalah perwakilan komisariat. Wadidaw.

Selasa, 22 Maret 2022

11-12: Membangun dan Mengisi Rumah

Sumber: pinterest Alifa siAngel

Ternyata ... membangun dan mengisi rumah itu 11-12 ya 😄😄😄

Memiliki rumah sendiri sebelum Fatih (anak saya) masuk usia sekolah merupakan salah satu target saya. Alhamdulillah di usia Fatih yang kedua, impian tersebut dapat terwujud.

Memasuki bulan Desember 2021, proses membersihkan lahan di belakang rumah orang tua saya dimulai. 8 Desember 2021, kami melakukan doa bersama sebelum peletakan batu pertama. Bismillah.

Proses membangun rumah (dokpri)

Pada saat awal membangun rumah, saya hanya fokus pada beberapa hal saja. Meski lahan yang tersedia ± 81 m², aturan daerah mengharuskan saya membangun rumah maksimal 70% dari luas lahan.

Saya lalu memutar otak bagaimana agar rumah saya nantinya ada 3 kamar tidur, 1 mushala plus ruang cuci jemur, 1 kamar mandi, living room dan tentu saja dapur. Biar mungil tapi paket komplit.

Menggunakan mezzanine pernah terpikirkan pula oleh saya. Pasti bisa lebih lapang meski rumah yang dibangun berukuran 7x7,5 meter. Tapi akhirnya saya coba rancang tetap satu lantai tanpa mezzanine. Hehe.

Sabtu, 19 Maret 2022

Bandung Zoological Garden

Hari ini saya senaaaaaang sekali. Sejak Fatih berusia 1 tahun, saya punya keinginan mengajaknya pergi ke kebun binatang. Melihat berbagai makhluk yang Allah ciptakan dengan begitu sempurna. Dari berbagai belahan bumi maupun nusantara.

Namun, karena pandemi, saya harus bisa menahan diri terlebih dahulu. Beside, bonbinnya (kebon binatangnya - kebon, B. Sunda = kebun) juga sempat tutup.

Sekarang, dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan, saya akhirnya bisa menunaikan hajat saya untuk Fatih. Alhamdulillah saya, Fatih, Abi Kholil serta keluarga kakak (Wawa Pepen, Wawa Desi, Kakak Banis dan Bembi) bisa jalan-jalan bersama.

Di pintu masuk Bandung Zoological Garden

Mulanya saya berniat pergi menggunakan motor saja. Sambil sesekali berhenti untuk sekedar berfoto atau ngopi pagi. Tapi Abah Timas menyarankan kami pergi menggunakan mobil. Maka pergilah kami bertujuh (anak, menantu dan cucu) dengan mobil Abah yang sudah dilengkapi bensin plus e-toll. Hehe, nuhun Bah!

Berangkat sekitar pukul 7 pagi, kami sampai di lokasi 90 menit kemudian. Kebun binatangnya memang masih tutup. Tapi, kami jadi bisa sarapan dulu. Sengaja berangkat pagi. Perkiraan kami, pengunjung di awal waktu buka tak kan terlalu banyak. Menghindari kerumunan.

Saya sempat berpikir Fatih tak akan dikenakan tiket masuk karena usianya masih 2 tahun. Tapi ... ternyata standarnya tinggi badan. Kalau lebih dari 80 cm, dikenakan tiket masuk. Karena weekend, harga tiket masuknya Rp 50.000/orang.

Tak sabar ingin menerobos pintu masuk 🤣

Di tempat membeli karcis, Fatih sudah sangat bersemangat ingin menerobos pintu masuk. Hehehe ... yah, sejak turun dari mobil pun sebetulnya ia sudah sangat bersemangat. 

Dua buah balon bahkan sampai meletus karena kalah oleh semangat Fatih 😂. Masya Allah ....

Syukurlah ada kera hitam yang beratraksi. Bergelayutan dari satu dahan ke dahan lain. Fatih jadi bisa sedikit 'tenang' karena memerhatikan. 

Asyiknya melihat jerapah dan hewan Afrika lain sedang makan

Mulai dengan menjelajahi bagian selatan, kami melihat tapir, berbagai hewan Afrika (zebra, jerapah, dll), buaya, harimau, beruang madu dan ular. 

Hal yang menggemaskan terjadi saat  kami melihat harimau. Harimau yang kami lihat sedang tertidur di kandangnya. Posisi kami lebih tinggi dari kandang harimau. Saya sampai harus menggendong Fatih agar Fatih pun bisa melihat.

Saat sudah tahu di bawah sana ada harimau, Fatih menarik lengan saya. Ia lalu berkata, "Awas ... tajam." Hihi, duh duh ... lucunya anakku yang satu ini. Yah, setidaknya hal itu menandakan Fatih sudah tahu bahwa harimau termasuk binatang yang berbahaya. Perlu waspada saat melihat hewan seperti harimau.

Memberi makan rusa

Lanjut ke bagian tengah, terdapat berbagai spesies aves (burung). Pelikan dari Australia, burung garuda, rajawali, elang, merak hingga burung unta pun ada. 

Fatih dan Banis juga sempat melihat berbagai macam rusa. Kakak Banis berbagi buncis dan wortel yang dijual tak jauh dari kandang-kandang rusa. Fatih dan Kakak Banis pun lalu memberi makan para rusa. Nyam nyam nyam ... 

Unta berpunuk satu menjadi daya tarik yang eksotis. Tapi karena tempatnya dekat dengan area taman bermain, maka Fatih pun sempat banting setir 😄

Usai menikmati sebuah es krim, Fatih menarik saya ke taman ban warna warni. Area untuk bermain scooter mini atau otopet sewaan. Dan tentu saja Fatih mengajak saya naik kereta! Haha, salah satu mainan favorit Fatih. 

Syukurlah cukup membayar 1 tiket saja yang berlaku untuk 1 anak dan 1 pendamping. Saya akhirnya ikut naik kereta dan berputar-putar.

Naik kereta dan mobil wisata .... Tuuut tuuut ....

Tak lama, kakak ipar dan keluarganya yang juga datang ke kebun binatang, mengajak naik 'mobil wisata'. Ada pemandu yang menjelaskan fauna-fauna yang terlewati.

Di area luas seperti kebun binatang, menggunakan jasa pemandu dan naik mobil berkeliling memang jadi salah satu opsi yang baik. Istilahnya bisa keubek deh lokasi yang luas itu. 

Kami sampai bisa melihat macan tutul, harimau sumatera yang dilindungi, singa, kelelawar besar, hingga orang utan yang senang duduk sendiri di tengah kandangnya.

Berbagai satwa di kebun binatang Bandung

Saat melihat gajah sumatera, saya tersenyum mendengar Fatih bilang "Gajah, sembur airnya". Hihihi, efek YouTube nih. Fatih pernah melihat gajah menyemburkan air dengan belalai. Sayang, gajahnya tak mau menyemburkan air. Mungkin suara Fatihnya kurang terdengar ya. Hehe ...

Pemandu bilang gajah sumatera adalah gajah terkecil di dunia. Yah kalau dibandingkan dengan gajah India atau Thailand, pasti kalah deh. Hoho.

Bersyukur atas penantian setahun (kurang lebih), satwa di kebun binatang Bandung kini sudah kembali ramai. Maklum, berdasarkan cerita kakak, saat pandemi beberapa waktu lalu jumlah satwanya sangat sedikit. Jangankan harimau, bahkan ular pun tak ada.

Well, itulah keseruan kami bermain di kebun binatang Bandung. Semoga kapan-kapan bisa berkunjung lagi dan satwanya tetap sehat juga gemuk-gemuk. Aamiin.

Jumat, 11 Maret 2022

One of The Hardest Things

Hari ini saya kembali merasakan naik bis umum. Kondisi badan yang masih dalam tahap pemulihan tak memungkinkan saya untuk mengendarai motor.

Cukup satu kali naik bis saja bila dari Subang kota untuk sampai ke rumah. Alhamdulillah masih dapat tempat duduk.

Saya duduk dekat jendela di kursi 3 seater. Baris kedua, di belakang supir. Tak lama beberapa penumpang masuk. Salah satunya duduk di samping saya. Tas gendong dari P4TK IPA menjadi pembatas di antara kami.