Halaman

Tampilkan postingan dengan label kelas online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelas online. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Maret 2021

Pengalaman Menjadi Moderator di Kelas Menulis Omjay

Pasca rapat evaluasi Tim Relawan Kelas Pelatihan Belajar Menulis bersama Omjay dan PGRI, Mr. Bams (panggilan khas Pak Bambang Purwanto) meminta saya menjadi moderator di pertemuan minggu lalu, menggantikan beliau.

Tapi, karena flyer yang tersebar foto moderatornya masih Mr. Bams, maka tugas saya ditunda. Saya justru senang karena Rabu, 17 Maret 2021 bertepatan dengan pengumpulan jawaban PTS IPA dan tugas susulan. Belum ditambah jadwal try out PPPK. Sungguh, hari yang sibuk dan melelahkan.

Hari ini, untuk menepati janji pada Mr. Bams, saya menyanggupi untuk menjadi moderator. Berdasarkan pengalaman sebagai narasumber, biasanya Omjay sudah menghubungi para narasumber. Dengan demikian, tugas moderator tinggal 'menyapa' sang bintang tamu.

Kamis, 03 September 2020

Berbagi di Kelas Menulis Omjay

Saya selalu terkesima saat satu demi satu pemateri dihadirkan oleh Omjay ke dalam grup menulis bersama Omjay dan PGRI. Bagaimana tidak? Pemateri-pemateri tersebut bagai intan permata yang kilaunya kemana-mana dengan prestasi yang melimpah. Saat itu, saya sempat membayangkan jika suatu hari nanti saya pun akan ikut mengisi sebagai pemateri. Ah, tapi itu mungkin hanya sekedar mimpi.

 

Betapa mulia hati Omjay yang telah menggagas grup menulis gratis ini. Ilmu tentang kepenulisan, penerbitan dan pemasaran buku, menjadi blogger dan youtuber, hingga menjadi guru berprestasi saya dapatkan di grup binaan Omjay yang kini telah mencapai angkatan ke-15.

 

Ba’da subuh, 23 Agustus 2020, 

Saya mendapat pesan chat dari Bu Prapti, salah satu guru saya dalam dunia kepenulisan :

“Neng, mo jd pemateri di Belajar Menulis Om Jay ya, sama Om Jay ditambahkan di gel 15 … Ibu masih di situ Neng.”

 

Selasa, 23 Juni 2020

Sosok ini Memang Luar Biasa : Menulis Bahkan Saat Sakit

Sudah seminggu ini saya lebih fokus ke Diklat Daring Massive dan Terbuka (Didamba) PPPTK IPA Angkatan 3 Tahap 1. 

Tugas-tugas Didamba di kelas yang saya ikuti sebetulnya sederhana : membuat blog edukasi. Hanya saja, karena masih newbie dengan beberapa aplikasi/situs-situsnya, banyak yang harus saya pelajari.

Hal tersebut membuat saya jadi sesekali atau melihat sekilas saja ke grup WA kelas menulis bersama Omjay. Tentu agar tidak ketinggalan info dan agar tetap bisa menyimak paparan materi.

Tapi toh, saya hanya manusia biasa. Tetap saja ada yang terlewat. Kabar Omjay sakit. Bukan dari grup, saya justru mendapat kabar ini pertama kali dari Pak Brian.

Saya lantas kembali membuka grup WA Gelombang 7. "Oh, ternyata tulisan ini", pikir saya dalam hati. Berikut adalah tulisan yang Omjay buat sendiri :

"Tiba tiba saya terjatuh. 

Mata saya tiba tiba gelap.  Tangan sebelah kiri tidak bisa digerakkan. 

Saya terjatuh dari kursi duduk.  Untunglah ada bu sijo yang secara sigap memegang tubuh saya. 

Saya jatuh telentang.  Tak bisa bersuara.  Tiba tiba semuanya gelap dalam sekejap.

Saya terbangun ketika petugas poliklinik datang.  Langsung diperiksa tensinya.  Ternyata tinggi.  Gula darah juga tinggi. Mungkin itu salah satu pemicunya. 

Sekarang sudah agak enakan.  Cuma belum minum obat.  Saya minta teman guru menelpon istri untuk menjemput ke sekolah. 

Saya merasa tidak mampu membawa mobil.  Kepala ini masih terasa berat.  Mohon doanya kembali sehat. 

Salam blogger persahabatan

Omjay
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com"

Masya Allah ... 
Saya hanya baca paragraf awalnya saja. Saya pikir ini cerpen atau hasil tulisan peserta yang dishare di blog beliau.


Seketika saya lemas. Beliau adalah salah satu tokoh yang menginspirasi saya untuk kembali menulis di blog. Untuk terus menulis sesibuk apa pun dan dalam kondisi bagaimanapun juga.

Beliau sudah seperti orang tua saya sendiri. Saya berharap semoga Omjay lekas sembuh. Sahabat, mari kita doakan untuk kesembuhan guru kita ini.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi bukan slogan semata. Omjay telah membuktikan bahwa dalam kondisi yang kurang fit pun, beliau masih menyempatkan diri untuk menulis.

Omjay, lekas sembuh ya ....
Semoga sehat selalu.

Salam,
Ditta Widya Utami
Kelas Menulis Bersama Omjay
Gelombang 7



Senin, 22 Juni 2020

Keunikan Kelas Maya, Panggil Pak atau Ibu?

"Terima kasih, ya, Bu."
"Iya, sama-sama. Oh ya, saya Pak, bukan Bu."
😁😁😁

Pernahkah Anda mengalami hal di atas? Dalam suatu chat, bingung untuk memanggil Bapak/Ibu? Hehe, kalau saya sering 🤣

Banyaknya grup yang diikuti di WhatsApp katakanlah, terkadang membuat saya tidak menambahkan setiap nomor hp anggotanya ke dalam kontak baru.

Bukan tak ingin kenal tentunya. Hanya saja, bahkan tanpa tambahan pun, kontak di HP saya saat ini sudah melampaui angka 500 😅 

Untunglah di aplikasi WhatsApp sekarang, tanpa harus menyimpan kontak terlebih dahulu, kita bisa melihat nama tampilan dari setiap anggota grup atau bahkan dari nomor baru yang chat ke kita.

Sebagaimana bumi yang berpasangan dengan langit atau malam yang datang mengganti siang, setiap kelebihan tentu ada kekurangan. Begitu pula dengan nama tampilan WA.

Karena saat chatting yang muncul hanya nomor dan nama tampilan (tidak beserta foto), kita -mungkin saya saja, hee- jadi sering salah menulis sapaan. 

Hal ini dikarenakan ada beberapa nama yang kita anggap gendernya sesuai dengan persepsi kita. Akhirnya, yang seharusnya dipanggil Pak, malah disapa Bu. Begitu pun sebaliknya. 

Nah, biasanya, sebelum menyapa (jika tidak buru-buru), saya lihat dulu foto profilnya. Hal ini untuk menghindari aksi salah sapa.

Syukur kalau foto diri yang dipakai. Kita jadi bisa tahu pemilik nomor tersebut apakah insan berkumis atau tipe berdaster 😁 Kalau ternyata bukan foto selfie yang dipasang, ya ... bismillah, semoga kita tak salah sapa 😄

Meminjam istilah Bu Melan dari grup Edublog Didamba A3T1, "Itulah keunikan kelas maya." 😊😊😊

Rabu, 17 Juni 2020

Hasil Ngubek 2 Sumber Belajar Online : Science Buddies dan Learning Science

Seharian ini di sela-sela mengasuh anak yang masih berusia 6 bulan, alhamdulillah saya bisa meng-explore berbagai sumber belajar online (total ada 15) yang linknya telah disediakan di kelas Edublog Didamba A3T1.

Dua sumber belajar online yang akan saya share pengalaman dalam mengeksplorasinya adalah Science Buddies dan Learning Science.

1. Science Buddies

Science Buddies ini sederhananya adalah tempat untuk berbagai proyek IPA. Kita bisa mengetahui berbagai macam proyek IPA, bertanya pada ahlinya, berkunjung ke blog yang berisi berbagai inspirasi, tips dan trik hands-on STEM, bahkan kita juga bisa berbelanja KIT Science untuk proyek yang kita butuhkan! 

Untuk menemukan proyek yang sesuai, kita bisa klik di bagian Find a  Science Project.

Ada dua pilihan yang muncul : (1) Help Me Find a Project, dan (2) Browse All Projects.

Saya coba klik yang pertama. Weits ... Langsung muncul bejibun pertanyaan donk! Hee, nggak langsung sih, sebelumnya ada pemberitahuan bahwa kita akan diminta mengisi kuisioner terkait ketertarikan dan hobi kita. Jawaban kita yang nantinya akan mengarahkan ke berbagai proyek sains yang diperkirakan cocok dengan hobi dan minat kita.

Di bagian pertama kuisioner, kita hanya perlu menjawab 5 pertanyaan. Seperti berapa lama waktu proyek kita atau proyek kita tuh dalam lingkup apa sih? Fisika? Biologi? Ilmu Bumi?

Nah, di bagian kedua yang bikin saya mangap lebar. Hehe, karena muncul 26 pertanyaan seputar hobi dan ketertarikan kita. Misalnya, ketika sebelumnya saya memilih proyek biologi, di bagian kedua saya ditanya apakah saya senang berkebun?

Terakhir (ni kuisioner nggak ada ujungnya apa yak?), di bagian ketiga, kita akan ditanyai tentang gender dan ras. Wah, apakah rasis? Heheh tentu tidak.

Di website Science Buddies kan ada lebih dari 1.200 proyek sains. Pertanyaan yang begitu detail termasuk gender dan ras tentu akan memudahkan sistem untuk merekomendasikan ide-ide proyek yang paling sesuai dengan diri kita.

Nah, berikut salah satu saran yang saya dapatkan :

Lengkap ya? Ada tingkat kesulitan, waktu yang dibutuhkan, materialnya apa saja, prosedurnya bagaimana, dst. Bagi yang ingin mengeksplorasi, silakan berkunjung ke https://www.sciencebuddies.org/

2. Learning Science

Sumber belajar online kedua yang saya eksplorasi adalah Learning Science (http://new.learningscience.org/wp/).

Di tampilan awalnya sih, Learning Science ini berisi simulasi, proyek, website, resources dan games. Terbagi ke dalam 3 tingkatan mulai dari sekolah dasar (elementary), middle hingga high school.

Sebagai guru IPA SMP, tentu saya mencoba membuka level middle school. Ketika diklik, ternyata ada 3 topik besar, yaitu : (1) Physical Science, berisi subtopik antara lain gaya, energi dan gelombang; (2) Life Science, berisi subtopik antara lain ekosistem dan sistem reproduksi; serta (3) Earth and Space Science, berisi subtopik antara lain space system dan earth system.

Saya lalu mencoba mengklik di bagian space system. Ternyata kita digiring ke berbagai alamat web yang terkait dengan space system. Salah satunya yang menarik bagi saya adalah WorldWide Telescope.

Waaaah ... Ini sih berasa di Boscha! Seolah kita memandang langit secara langsung, mengarahkan teleskop ke bagian yang ingin kita amati, lalu memperbesar agar semakin jelas!

Betapa luas alam semesta ini dan betapa kecilnya kita di hadapan Yang Maha Kuasa.

Ok fiks! Insya Allah akan saya gunakan atau minimal share ke anak-anak yang kepo sama alam semesta.

Demikian pengalaman saya meng-explore dua sumber media online ini. Semoga bermanfaat dan menginspirasi 🤗

Selasa, 16 Juni 2020

Pengalaman Tes Awal dan Vicon Pertama Didamba Edublog G3

Bersamaan dengan diresmikannya Diklat Daring Massive dan Terbuka (Didamba) PPPPTK IPA Gelombang 3 Tahap 1 (15/06), maka sejak kemarin pula para peserta dapat mengakses kelas masing-masing.

Saya sendiri baru bisa membuka kelas tadi pagi. Karena entah apa gerangan kemarin malam terasa ngantuuuuk sekali.

Setelah selesai mengecek pengumuman, menulis profil (perkenalan), saya lanjut membaca tentang panduan dan pendahuluan.

Nah di bagian pendahuluan ini ada tes awal. Waktu pengerjaan adalah 45 menit (dihitung mundur sejak kita menjawab soal pertama).

Karena ini semacam pretes untuk mengetahui kemampuan dasar peserta Diklat, maka saya jawab sesuai kemampuan saya.

Dari 35 soal, ternyata saya mampu menjawab benar 25 soal 😆 nilainya 71,43 masuk kategori cukup lah ya. Hihihi 😁

Tes awal ini disesuaikan dengan kelas yang dipilih. Karena saya memilih Edublog, maka pertanyaannya ya terkait dengan blog, sumber serta media pembelajaran baik yang online ataupun tidak.

Beberapa memang ada yang masih asing bagi saya. Namun, karena saya memiliki blog serta pernah menggunakan aplikasi google form, dan berdiskusi tentang beberapa aplikasi pembelajaran online bersama teman, sedikit banyak hal itu membantu saya menjawab soal.

Dari tes awal ini, saya juga akhirnya sadar bahwa Edublog ternyata sebuah platform untuk membuat blog. Mirip blogspot dan wordpress gitu. Hee ... Tadinya saya pikir Edublog itu ya blog biasa (seperti blog Ruang Inspirasi ini) hanya saja kontennya khusus tentang edukasi alias pendidikan.


Dari hasil video converence (vicon) pertama dengan pengajar kelas Edublog, Ibu Lia Zalilia, S.Kom., M.T., saya jadi tahu bahwa kita (baca: pengguna) juga bisa membuat kelas di platform ini. Selain itu, bisa juga menambahkan infografis di menu atau mengundang siswa untuk ikut menulis di blog kita meski tak punya akun Edublog.

Vicon yang berlangsung selama satu jam (13.00-14.00 WIB) membahas tentang gambaran sesi pendahuluan dan sesi 1 kelas Edublog. Setelah pemaparan dari Bu Lia, para peserta diberi kesempatan untuk bertanya.

Yuhuuu ... Makin semangat untuk terus belajar dan berkarya nih! 

Cuuus ah, lanjut belajar Sesi 1 Kelas Edublog Didamba Gelombang 3 (G3) 😉

Senin, 15 Juni 2020

Opening Ceremony Didamba Angkatan 3 Tahap 1

Senin, 15 Juni 2020, program Diklat Daring Massive dan Terbuka (Didamba) Angkatan 3 Tahap 1 PPPPTK IPA resmi dibuka. Kegiatan opening ceremony ini ditayangkan langsung di channel YouTube p4tkipa kemdikbud pada pukul 09.00-11.00 WIB.

Tak ingin ketinggalan, saya sebagai salah satu peserta Didamba Angkatan 3 membuat catatan di hp. Meski sempat tertinggal selama 30 menit pertama, alhamdulillah saya bisa mengikuti acara pembukaan itu. Hee ... walaupun harus sambil meng-ASI-i dan sesekali merespon anak saya yang baru berusia 6 bulan. Syukurlah rekaman acara pembukaan dishare oleh PPPPTK IPA (cek di sini) sehingga saya bisa mengetahui apa yang disampaikan 30 menit pertama.

Susunan Acara
Susunan acara pada pembukaan Didamba Angkatan 3 Tahap 1 terdiri dari :
1. Pembukaan, Pembacaan Doa dan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
2. Laporan Pelaksanaan Diklat 
3. Pengarahan dan Pembukaan Diklat secara Resmi 
4. Tanya Jawab
5. Penjelasan Teknis Didamba Angkatan 3 Tahap 1
6. Penutup

Selain itu, ditayangkan pula kompilasi video testimoni dari alumni Didamba Angkatan sebelumnya.

Laporan Diklat Didamba
Selayang pandang Didamba tergambar utuh melalui laporan Diklat Didamba yang disampaikan langsung oleh Kepala PPPPTK IPA, Emang Ahmadi, S.Pd., M.Pd.. Selain laporan Didamba angkatan 1 dan 2, beliau juga menyampaikan hal-hal yang terkait dengan Didamba Angkatan 3. Salah satunya adalah jumlah peserta.

Dari 1.959 guru yang mendaftar, ada 1.636 guru yang menjadi peserta Didamba Angkatan 3. Sementara sisanya masuk daftar antrian Didamba Angkatan 4. Peserta Didamba Angkatan 3 terbagi ke dalam 36 kelas dengan kategori : Biologi, Fisika, Kimia (SMA), IPA SMP dan SD, serta Media dan Umum.

Adapun yang termasuk peserta Didamba adalah :
1. Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dari SD hingga SMA/SMK di lingkungan Kemdikbud di seluruh wilayah Indonesia.
2. Perwakilan Pengurus AGSI (Fisika, Biologi, Kimia)
3. Duta Sains
4. Kepala Sekolah dan Guru Sekolah berbasis sains.

Berdasarkan rancangan Didamba, diperkirakan akan ada 12.937 PTK IPA yang dilatih pada tahun 2020. Faktanya, tercatat ada 265.808 PTK IPA Kemdikbud. Jika dihitung, dibutuhkan waktu ± 20 tahun bagi PPPPTK IPA untuk dapat menyentuh seluruh PTK tersebut.

Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya agar semua PTK tersentuh selama 4 tahun ke depan adalah dengan pemberdayaan dan kemitraan (Duta Sains, Asosiasi Guru Fisika, Kimia, Biologi, IPA, Tenaga Lab. IPA, dan Disdik Provinsi serta Kab/Kota).

Pembukaan Diklat
"Jika ada kendala teknis, ini adalah seni dari pembelajaran jarak jauh atau online". Kalimat tersebut merupakan salah satu kalimat pembuka yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd.

Selain memberi pengarahan dan motivasi, beliau menyampaikan permohonan maaf dari Dirjen GTK yang seyogyanya membuka acara ini. Di akhir sesi, Ibu Nunuk berpesan kepada para peserta agar ilmu yang didapat jangan sampai berhenti pada diri sendiri akan tetapi imbaskan pada guru-guru yang lain.

Penjelasan Teknis Didamba
Setelah sesi tanya jawab, Kepala Bidang Fasilitasi dan Peningkatan Kompetensi PPPPTK IPA, Ibu Dr. Lina Herlina, M.Ed. menyampaikan tentang teknis Didamba Angkatan 3 antara lain sebagai berikut :
Beliau menekankan agar para guru mau membaca Panduan Didamba sampai selesai karena hal tersebut sangat penting.

Baiklah, Diklat Didamba Angkatan 3 Tahap 1 sudah dimulai. Bismillah, semoga bisa melakukan yang terbaik! 

SEMANGATTT!!!

Sabtu, 13 Juni 2020

Masuk Program Didamba Angkatan 3 Tahap 1

Satu minggu yang lalu (06/06/2020), melalui grup WA MGMP IPA Kabupaten Subang, saya mendapat info tentang Didamba. Program Diklat Daring, Massif dan Terbuka (Didamba) ini berada di bawah payung PPPPTK IPA. Saat ini, sudah sampai Angkatan 3 Tahap 1.

Seat yang terbatas (hanya menerima 55 orang/kelas) membuat saya ancang-ancang untuk ikut start daftar di awal. Alhamdulillah karena sudah punya akun Didamba, saya bisa daftar.

Banyak kelas yang ditawarkan dalam Didamba. Mulai guru SD hingga SMA (Guru Fisika, Kimia atau Biologi) bisa mengikuti kelas tersebut. Tapi, cukup satu kelas saja.

Ketika melihat daftar kelasnya, wiiih aslinya saya ngilerrrr ingin mengikuti semua kelasnya. Hehe. Sungguh pilihan yang sulit. Saya sampai baca berulang setiap judul diklatnya.

Syukurlah dalam pilihan Diklat, disediakan sedikit bocoran mengenai kelas tersebut. Sehingga kita (calon peserta) bisa memiliki gambaran awal tentang apa yang akan dipelajari. Dengan demikian, calon peserta bisa lebih bijak untuk memilih kelas yang tepat.

Mengingat bahwa di tahun ajaran baru kemungkinan besar akan dilaksanakan blanded learning (campuran offline-online), serta saat ini banyak sekali program guru menulis, maka saya tetapkan hati memilih satu judul. 

Kelas Blended Learning IPA dengan Edublog telah saya pilih. Alhamdulillah, hari ini (Sabtu, 13/06/2020 sejak pukul 18.00 WIB) diumumkan siapa saja yang lulus seleksi untuk menjadi peserta Didamba Angkatan 3 Tahap 1. Saya termasuk salah satunya.

Untuk menjawab rasa penasaran, saya mencari peserta yang berasal dari Subang. Ternyata dari keseluruhan kelas, hanya ada 4 orang. Saya sendiri dan tiga orang guru SD.

Bismillah. Semoga kami yang telah terpilih menjadi peserta bisa mengikuti materi, mengerjakan tugas dan melaksanakan tes dengan baik.


Selasa, 12 Mei 2020

Pak Arif : Berbagi Pengalaman Juara Inobel di Ajang Nasional (2016 dan 2018)

"Ide inovasi bisa muncul dari sebuah masalah atau potensi." (Arif Darmadiansah, S.Pd., Gr)

Bagaimana rasanya jika harus mengajar dengan segala keterbatasan sarana prasarana? Apakah Anda akan menyerah dan melakukan hal-hal biasa? Atau justru Anda akan memanfaatkan potensi otak Anda untuk menghasilkan suatu karya inovatif yang bermanfaat?



Selasa, 12 Mei 2020, Pak Arif yang merupakan guru biologi asli Solo dan kini mengabdi di Alor, NTT, berbagi pengalamannya hingga bisa menjadi Juara II (2016) dan Juara I (2018) Lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel) Jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional.

Pak Arif yang juga meraih Juara I Guru Dedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 mengungkapkan bahwa keputusannya mengikuti lomba Inobel pada tahun 2016 berangkat dari sebuah ide atau gagasan sederhana : (1) ingin membuat kelas menjadi menarik dan menyenangkan; (2) kualitas pembelajaran kurang optimal; dan (3) tiada sarana prasarana yang mencukupi.

Dari permasalahan tersebut, muncul ide inovasi. Dari ide, Pak Arif kemudian memikirkan kira-kira bisa tidak diterapkan di sekolah dengan kondisi tidak ada listrik serta sinyal telepon apalagi internet. Ide yang ada lalu dikembangkan lagi menjadi sebuah produk (bisa media, bahan ajar, atau lainnya). Terakhir, menuliskannya menjadi sebuah karya ilmiah dan bersiap untuk mengikuti kompetisi inobel.

Inovasi dapat ditulis dalam format karya ilmiah apapun. Kalau pengembangan berarti mengikuti penulisan penelitian Rnd. Kalau penerapan atau penggunaan maka mengikuti penulisan penelitian PTK atau eksperimen. Bahkan apabila kita mencoba sesuatu yang baru kemudian kita tulis saja secara deskripsi itu termasuk dalam penulisan best practice. 


Tahap Perlombaan Inobel
Sebagaimana umumnya sebuah lomba, tentu ada tahap-tahap yang harus dilalui. Berikut ini adalah tahapan yang pernah diikuti oleh Pak Arif saat mengikuti lomba Inobel jenjang dikmen (setiap jenjang kaidahnya berbeda).

  1. Daftar melalui portal kesharlindung. Untuk dikmen bisa di akses portal kesharlindung.pgdikmen.kemdikbud.go.id dan untuk dikdas kesharlindung.pgdikmen.kemdikbud.go.id.
  2. Seleksi administrasi dan penilaian proposal penelitian. Apabila lolos maka akan mendapatkan undangan bimtek dari kemendikbud. Adapun syarat administrasi yang diminta misalkan surat peryataan aktif mengajar, surat bukan kepala sekolah, dan lainnya.
  3. Melakukan penelitian yang dilaksanakan di sekolah.
  4. Dilakukan seleksi lagi sehingga didapatkan peserta finalis yang akan kembali di undang untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya. Untuk jenjang SMA ada 3 bidang, yaitu SMA, SMK dan Sekolah Inklusi. Pada tahun 2016 diambil 100 peserta yang lolos sebagai finalis. SMA 50 dan SMK 50 (saat itu belum ada inklusi). Tahun 2018 format dibedakan kembali. Ada kategori utama bagi peserta yang pernah juara, madya yang pernah masuk finalis namun belum juara dan pemula bagi yang pertama kali mengikuti.
  5. Tes pada babak final yang meliputi tes tertulis, tes presentasi dan laporan hasil penelitian. Tes tertulis berisi soal peadagogik pilihan ganda 100 soal.

Salah satu hal yang harus diingat adalah instrumen penilaian produk inobel itu banyak. Bahan yang dipakai (apakah memanfaatkan barang bekas atau yang modern) hanya salah satu aspek yang dinilai. Aspek mudah digunakan, mudah didapatkan, mudah ditiru, dan seberapa manfaat produk itu menjadi penilain yang tinggi.

Inovasi yang Dilakukan Pak Arif
Sekolah Pak Arif berada di ujung Alor, wilayah perbukitan, berbatasan langsung dengan negara tetangga Timur Leste yang dipisahkan oleh selat. Daerah 3T kalau orang bilang. Terpencil, terluar, terdalam dan ter ter lainnya. Secara garis besar, tahap an inovasi adalah : ide - pembuatan produk - validasi ahl i- uji coba dan produk final. 

a. Millea 2016
Minimnya sarana prasarana membuat kegelisahan dan tantangan untuk berbuat lebih baik. Di tahun 2016, Pak Arif terinspirasi dari sebuah proyektor hologram 3D. Pak Arif ingin menjelaskan tentang invertebrata tapi anak-anak tidak punya gambaran sama sekali. Agar menarik, ia pun mencoba membuat proyektor tersebut dimana  hp android berperan sebagai penayang video atau gambarnya.

Langkah pertama, dari mika tutup CD bekas, dibentuk seperti prisma sebagai tempat hologramnya. Namun diganti ganti menjadi akrilik setelah lolos masuk finalis sehingga tampilannya lebih jelas, gambarnya juga detail tidak kusam.

Pak Arif menggunakan metode pengembangan atau RnD dalam penelitiannya. Setelah jadi, produk diberi ke pengawas sekolah untuk dinilai apakah hasilnya valid atau layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Setelahnya, produk diujicobakan ke anak dan mendiseminasikan ke teman guru lain. Hasil yang didapat adalah minat dan hasil belajar anak meningkat.

Media ini diberi nama Millea : Mikroskop lensa laser tenaga surya.

b. Mikroskop 2018
Tahun 2018, Pak Arif sudah punya gambaran dan pengalaman sebelumnya. Jadi lebih siap dengan apa yang harus dilakukan. Ia mendapat ide saat pembelajaran struktur tumbuhan. Tidak ada mikroskop untuk pengamatan. Padahal, 40% praktek Biologi di lab membutuhkan alat yang salah satunya adalah mikroskop.

Media yang dibuat sederhana. Hanya hp yang ditambahi lensa laser bekas mainan anak-anak yang biasa dipakai untuk sorot-sorot itu sehingga perbesarannya bertambah. Walaupun belum maksimal, namun ada hal baru yang anak dapatkan dan mikroskop sederhana tersebut sudah cukup untuk dapat melihat struktur anatomi tumbuhan.

Bagi Pak Arif, dari 2 ide itu, ia merasa beruntung mendapatkan nomor juara karena dari awal, niatnya adalah untuk belajar sementara sisanya adalah bonus.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Selasa, 05 Mei 2020

Menulis Bahkan Saat Sibuk? Bisaaaaa!!!


Selasa, 5 Mei 2020, kelas belajar menulis bersama Omjay Gelombang 7 mendapat materi dahsyat dari Pak Emcho, sapaan hangat untuk Much. Khoiri. Beliau adalah dosen dan penulis 42 buku dari Unesa Surabaya.

Materi yang disampaikan oleh Pak Emcho sungguh telah membakar kembali semangat untuk menulis di tengah kesibukan mengolah nilai rapot, mengasuh anak yang masih berumur 4 bulan, belum lagi kegiatan lain seperti mencuci baju, menyiapkan hidangan berbuka, dsb. Ya, tiap kita (baca manusia) pasti punya kesibukan masing-masing. Dalam postingannya, Pak Emcho bahkan mengawali dengan kalimat "Sopo Ora Sibuk?".

Jika dipikir lagi, tentu tak ada orang yang tak sibuk. Di jalan, di kantor, di pasar, di sekolah, dimana pun, kita akan temui kesibukan. Hal ini terjadi karena manusia adalah subjek yang tanpa kata kerja maka ia hanya entitas yang mati, tanpa makna kontekstualitasnya. Misalnya "saya" (subjek) jika tidak diikuti kata kerja seperti makan, menulis, membaca, memasak, bekerja, dsb. Maka keberadaan "saya" akan menjadi tak bermakna.

Oleh karena itu, karena manusia tak pernah lepas dari kesibukan, maka salah satu cara agar bisa menulis di tengah kesibukan adalah dengan menikmati kesibukan itu sendiri. Ingatlah, penulis sejati akan mencurahkan daya dan pikirannya untuk menghasilkan tulisan - andaikata ia tidak sedang menulis, penulis sejati pastilah memikirkan apa yang hendak ia tulis.

Pa Emcho juga mengingatkan bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan, maka di balik kesibukan pun pasti ada kesempatan. Jadi, cobalah memanage kesibukan kita masing-masing. Jika sikap kita positif terhadap kesibukan, maka hal tersebut dapat mendorong kita melakukan aksi yang positif pula. Begitu pun sebaliknya.

Bud Gardner mengatakan, "When you speak, your words echo only across the room or down the hall. But when you write, your words echo across the ages."

Tips selanjutnya agar bisa menulis di tengah kesibukan adalah dengan mendidik diri untuk menulis. Bukan hanya mendidik agar lebih kompeten menulis, tetapi mendidik diri untuk berani melakukan reward and punishment. Berilah penghargaan pada diri sendiri jika mampu mencapai atau melalui target menulis. 

Jadilah penulis yang bijak. Orang bijak berbicara karena ia memiliki sesuatu untuk disampaikan. Sementara orang bodoh akan selalu berbicara tak peduli apakah yang disampaikannya penting/tidak.

Berikut adalah 17 jurus jitu menurut Pak Emcho yang dapat digunakan untuk menyiasati menulis dalam kesibukan :


Nah, masih merasa sibuk? Temukan kesempatan mu lalu mulailah menulis!

Sabtu, 02 Mei 2020

Jangan Baper Saat Mengasah Skill Menulis

Jumat, 1 Mei 2020, kelas belajar menulis bersama Omjay mendapat materi luar biasa dari Pak Dadang Kadarusman tentang Menulis Setiap Hari dan Menerbitkan Buku. Beliau adalah orang yang sering didatangi penerbit. Banyak dari buku-bukunya yang ternyata hasil dari permintaan penerbit. Bukan dari naskah yang disodorkan Pak Dadang ke penerbit.

Mau tau rahasianya?
Pembaca yang berbahagia, taukah Anda bahwa saat ini, menerbitkan buku sangat mudah sekali. Jika belum masuk penerbit mayor, kita bisa menerbitkan buku di penerbit-penerbit indie yang mulai menjamur. Berbeda dengan beberapa tahun silam, dimana jika seseorang ingin menerbitkan buku, maka harus melalui seleksi ketat di penerbit mayor.

Tantangan terbesar kita saat ini BUKAN pada menerbitkan bukunya. Melainkan pada MENULIS SETIAP HARInya. Jika kita bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik dimana kualitas tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit. Mereka yang datang kepada kita. 

Pelajaran pertama, jangan lagi berpikir bahwa menerbitkan buku itu susah. Gampang banget.

Orang yang orientasinya menerbitkan buku, bisa saja menyewa ghostwriter. Menerbitkan satu dua buku. Beda halnya jika kemampuan menulis dulu yang diasah. Maka, kapan pun ia akan berkemampuan untuk menerbitkan buku.

Percayalah bahwa, penerbit akan mendatangi Anda jika skill menulis Anda sudah sesuai dengan yang mereka cari. Jadi, karena skill menulis itu penting, maka pembahasan materi difokuskan kepada cara menulis setiap harinya.

Yang kedua, menulislah setiap hari karena menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita, juga jiwa.

Jadi, nanti kalau kita sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan. Dan itu terjadi secara refleks saja. Begitu pula ketika kita merasakan sesuatu. Orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu. atau butuh seseorang yang mau mendengarnya. Tapi jika dia terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya yaitu, selembar kertas dengan pena (kalau dulu). Sekarang, tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana. Menulis setiap hari itu merupakan healing remedy.

Menulis setiap hari Idenya dari mana?
Nah ini penting untuk disampaikan. Bapak ibu,  segala hal yang bisa ditangkap oleh panca indra kita adalah sumber ide. Tinggal kita olah saja. Pegang teguh prinsip itu

Berapa banyak rangsangan yang masuk kedalam sistem panca indra dan indra ke 6 kita? Jumlah rangsangan itu TAK TERHINGGA. Maka itu berarti bahwa sumber ide penulisan kita bisa SAAAANGAT banyak.

Contoh. Hal apa yang bapak ibu tangkap dengan panca indra sekarang?
Ada bunyi AC? Itu sumber ide.
Ada suara seseorang yang lewat didepan rumah? itu sumber ide.
 Ada bunyi PRAAAANG! gara-gara panci jatuh? semua sumber ide.
Dan ide itu, hanya butuh sentuhan berupa mengolah pikiran yang kemudian menuangkan hasil olah pikir itu kedalam tulisan. Karena rangsangan itu selalu ada setiap hari, maka kita semua sebenarnya bisa menulis setiap hari

Yang ketiga, jika terbiasa menulis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat.

Kenapa perlu menulis setiap hari? Karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya. Bagimana kemampuan itu diasah? Dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS.

Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi penulis handal; mulai sekarang, berkomitmenlah untuk menulis setiap hari. Seberapa banyak? Boleh 3 alinea seperti yang pernah Omjay latih. 1 hari 1 artikel (minimal).

Artikel itu apa? Sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Begitu ukurannya. Jadi, yang penting dalam 1 hari itu ada karya tulis yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya.

Kenapa "KALAU"? Karena, belum tentu ada orang yang membaca artikel itu. Duh, sedih banget ya. sudah cape-cape nulis tapi kok nggak ada yang baca. Nah, ini penting bapak ibu.

Di tahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper soal ada yang baca apa nggak (duh menohok tapi bener sih hhe). Kenapa? Karena kalau orang lain baca pun belum tentu feedbacknya positif kan ya? Tidak sedikit orang yang berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif. So, yang penting menulis saja dulu.

Kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang, YAKIN DEH bakal dibaca.

Setelah membahas tentang WHY yang berhubungan proses membiasakan diri dalam menulis itu Sekarang kita bahas WHATnya.

WHAT makes you write something?
Apa sih yang menjadi mendorong Anda untuk menulis? Pertanyaan ini sederhana. Tapi orang yang tidak menemukan jawaban yang tepat, akan berhenti ditengah jalan. Jadi mari kita tanyakan kepada diri sendiri dulu apa yang mendorong kita menulis. dengan kata lain, apa sih tujuan kita menulis?

Contoh. Ada orang yang menulis agar mendapatkan uang? Ada. Dulu, Pak Dadang  pernah berada di level itu. Beliau menulis untuk mendapatkan uang, karena saya untuk biaya sekolah. Apakah berhasil? Lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. Banyak naskah yang dikembalikan redaksi daripada diterbitkan

Saat itulah Pak Dadang sadar bahwa, menulis karena ingin mendapatkan uang; bukanlah nilai pribadinya. Sampai sekarang, saya menulis BUKAN untuk uang.

Bapak, ibu boleh nggak menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis? Tentu boleh saja. tidak masalah. Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa dorongan yang paling cocok buat kita.

Kedua, menulis dengan dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, yang ini menurut hemat beliau; paling sesuai dengan jiwa pendidik seperti kita.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Kamis, 30 April 2020

Tips Agar Naskah Tembus Gramedia

Kamis, 30 April 2020, peserta belajar menulis bersama Omjay mendapat materi luar biasa dari Pak Amir Faisal. Di awal materi, narasumber yang merupakan trainer dan motivator memberi link youtube kepada peserta. Dalam video berdurasi 15 menit 15 detik itu, Pak Amir menceritakan bagaimana naskah beliau bisa tembus ke penerbit Gramedia.

Beliau juga mengingatkan bahwa Gramedia adalah korporasi bisnis. Jadi, naskah yang masuk tentu akan dinilai dari seberapa besar kemungkinan setelah dicetak akan laris manis di pasar. Dengan kata lain, saat akan memasukkan naskah ke Gramedia, yakinkan bahwa naskah Anda layak jual (sesuai pangsa pasar).

Keuntungan bila diterbitkan di Gramedia adalah buku Anda akan dipajang selama 6 bulan. Jika dalam waktu tersebut ada sirkulasi (ada pembeli bahkan cetak ulang), maka besar kemungkinan buku Anda akan tetap dipajang untuk 6 bulan berikutnya. Hal ini berlaku jika buku Anda diterbitkan oleh Gramedia Group.

Lain halnya jika buku Anda bukan terbitan Gramedia. Maka waktu untuk uji coba sirkulasi di outlet Gramedia hanya sekitar 2 Minggu. Jika tidak menguntungkan, maka buku akan didrop. Oleh karena itu, usahakan agar buku kita bisa diterbitkan oleh penerbit Gramedia atau anak-anaknya. Agar kita bisa sebanding dengan penulis-penulis nasional lainnya.

Kenali genre Anda. Begitu pesan Pak Amir dalam videonya. Apakah Anda penulis cerita anak? Penulis novel? Sering-seringlah pergi ke Gramedia. Baca buku-buku sesuai genre Anda. Kenali tipe naskah-naskah yang diterbitkan Gramedia.

Sekedar bocoran, buku yang paling laris di Gramedia adalah novel. Kemudian buku tentang travelling. Yang ketiga adalah komik. Keempat adalah buku-buku motivasi.

Nah, sudah siap menjadi penulis best seller Gramedia? Ayo, siapkan naskahmu!

Selasa, 28 April 2020

Menulis dan Membuat Buku Digital

Senin, 27 April 2020, peserta WAG Gelombang 7 Belajar Menulis bersama Omjay mendapat materi Menulis dan Membuat Buku Digital dari Dr. Onno W. Purbo.

Memasuki bulan Ramadhan, kuliah online yang biasa dilaksanakan pukul 19.00-21.00 diubah menjadi pukul 13.00-15.00 WIB.
Kegiatan kuliah dilaksanakan via aplikasi Zoom yang sekaligus ditayangkan langsung pula di YouTube streaming Pak Onno.

Di awal pertemuan, Pak Onno memberi tahu peserta bahwa kami diizinkan mengakses digital library milik beliau. Hanya saja semuanya dalam bahasa Inggris. Hehe.

Pak Onno kemudian melanjutkan bahwa naskah yang akan dikirim ke penerbit sebaiknya sudah terdiri dari :
1. Halaman judul
2. Kata Pengantar
3. Daftar Isi
4. Materi lengkap (ditambah folder gambar, jika ada)
5. Tentang penulis
6. Daftar pustaka
7. Sinopsis

Sedangkan tips agar naskah kita lolos ke penerbit antara lain :
1. Rajin ngobrol
Sering-seringlah berinteraksi dengan orang lain atau warganet (bisa via medsos) untuk mencari tahu buku seperti apa yang sedang dibutuhkan masyarakat.

2. Gunakan Cara Penerjemah
Jika Anda termasuk orang yang sulit menuangkan isi pikiran dengan kata-kata, maka Anda bisa gunakan teknik penerjemah (teknik ini digunakan oleh Pak Onno dengan mahasiswanya untuk membuat buku). 

Pertama-tama, carilah sumber referensi berbahasa Inggris (misal). Kemudian gunakan Google translate. Taruh di word. Lakukan dengan beberapa referensi. Nah, sekarang Anda sudah punya "bahan dasarnya".

Setelah mendapat bahan dasar, olah kembali dengan kalimat-kalimat Anda. Jangan lupa di akhir, sertakan (tuliskan) referensi yang Anda gunakan.

Ingat, harus diolah lagi. Jangan hanya copy paste agar terhindar dari plagiasi.

3. Untuk Karya Ilmiah
Gunakan referensi jurnal-jurnal dari luar negeri. Agar karya Anda bisa diterbitkan di jurnal tingkat internasional. Jika kesulitan mengakses jurnal asing, gunakan Google schoolar.

Di sesi diskusi, Dr. Onno menjawab berbagai pertanyaan dari peserta. Terkait buku digital misalnya. Buku digital yang dibuat Pak Onno adalah versi pdf. 

Untuk buku yang sudah dicetak dan ingin dibuat digital, umumnya penerbit akan menolak. Oleh karena itu, Pak Onno biasanya mengolah kembali sehingga terbentuk buku baru yang siap dibuat digitalnya.

Jika niat Anda menerbitkan buku untuk mendapat ISBN, maka sebaiknya kirim naskah ke penerbit cetak (usahakan bukan e-ISBN). Atau, sekolah pun bisa mengajukan agar bisa menerbitkan ISBN sendiri. Dengan demikian bagi Anda yang PNS, ISBN-nya dapat digunakan untuk kenaikan pangkat.

Tips lainnya dari Pak Onno agar buku kita lolos penerbit adalah, buatlah buku pegangan siswa. Ingat, umumnya penerbit menerima naskah yang bisa dipasarkan (kualitas isi buku bisa jadi nomor dua).

Bersyukulah jika Anda guru SD karena pangsa pasarnya besar. Makin tinggi tingkat pendidikan, makin sedikit pangsa pasarnya.

Demikian kurang lebih pemaparan dari Dr. Onno yang dapat saya tangkap. Semoga bermanfaat.

Ditta Widya Utami
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat

Sabtu, 25 April 2020

Jurus Jitu Memasarkan Buku

Oleh Ditta Widya Utami
SMPN 1 Cipeundeuy

Narasumber : Agus Subardana, S.E., M.M.
Materi : Tips Jitu Memasarkan Buku

Kamis, 23 April 2020, peserta WAG Gelombang 7 Belajar Menulis bersama Omjay kembali mendapat materi yang luar biasa. Setelah sebelumnya peserta mendapat materi-materi tentang yg teknik menulis, membuat atau menerbitkan buku, kini Omjay menghadirkan Pa Agus dari Penerbit Andi untuk memaparkan tentang teknik pemasaran buku.

Tentu saja ini adalah materi yang penting. Siapa pun yang telah, sedang atau akan menulis buku, tentu ingin buku-bukunya tersebar ke saentero negeri. Jika melalui penerbit mayor tentu kita terbantu. Tapi kalau penerbit minor?

Oleh karena itu, yuk pahami tips jitu memasarkan buku a la Pa Agus berikut ini :

Di awal materi, Pa Agus bercerita tentang program pemerintah yang mendukung budaya baca buku untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca tinggi. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku. 

Perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya khususnya barang konsumsi. Saat ini terdapat 1 328 penerbit yang terdaftar sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan jumlah penerbit aktif sebanyak 711 penerbit, dan sisanya sudah tidak aktive lagi.

Dalam rangka untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku , supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka kita perlu strategi pemasaran. Srategi Pemasaran biasanya hampir dipakai oleh semua wirausaha, intreprenur yang menjalankan bisnis. 

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis  jenis buku yang di terbitkan. Jenis  jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ). 

Dari jenis  jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

Faktor Mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.
Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Saat ini, Penerbit Andi masuk dalam faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 10.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 kategori.
Penerbit Andi memetakan Strategi Pemasaran buku menjadi dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat, dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. Dua strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut :

Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara.
Pemasaran buku lewat Online 
Media Online yang dapat kita lakukan untuk promosi dan penjualan buku yaitu sudah tidak asing lagi dibenak anda sekalian yaitu lewat telepon, w.a, sms, email, website, dll.

Website merupakan markas besar (online) untuk sebuah bisnis penjualan buku. Dengan mempunyai website ini kita dapat merencanakan promosi dalam melancarkan penjualan buku. Dan website tersebut akan banyak kita isi produk, harga, promosi, layanan, alamat, testimoni, dan lain sebagainya. 

Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi , supaya kita dapat :
- Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial 
- Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
- Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
- Menaikan penjualan dan profit 
- Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing 
- Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan 
- Mengubah tingkah laku , persepsi dan pendapat konsumen

Pemasaran Buku Lewat Komunitas
Kita tentunya punya komunitas masing  masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku.

Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.

Strategi pemasaran buku serangan Darat
Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. 

Penerbit Andi telah mempunya 43 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat ini kita kelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju , antara lain :
1. Toko Buku 
Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.

Kenapa kita perlu petakan jenis toko buku tersebut , hal ini dikarenakan tiap jenis toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda. 

Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.

Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko . 

Sedangakan Toko Tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual .

Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus. 

Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :
Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .
Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner

Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.

Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )

Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

2. IDirectselling 
Pemasaran Buku melalui Direkselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah.
- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) . 

Tugas Tenaga Penjual / sales tersebut kita beri tanggungjawab target sesuai maping areanya masing  masing yang bertugas :
Kunjungan langsung ke tiap sekolah 
Kunjungan langsung ke setiap kampus 
Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll.

Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat.

3.  Melakukan Event  Event 
Aktive dalam melakukan event  event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya.

Demikian pemaparan materi dari Pak Agus. Semoga bermanfaat dan menginspirasi 😊🙏🏻


Kamis, 23 April 2020

Yuk Terbitkan Bukumu di Penerbit Andi

Oleh Ditta Widya Utami
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat

Narasumber  : Edi S. Mulyanta S.Si, M.T.
Jabatan : Publishing Consultant Andi Publisher
Fb  : https://www.facebook.com/edis.mulyanta
Blog : www.sobatambyar.com

Rabu malam (22/04/2020) peserta WAG Gelombang 7 Belajar Menulis bersama Omjay mendapat materi yang luar biasa dari Pak Edi tentang tips menulis dan menerbitkan buku di Penerbit Andi Yogyakarta.

Pak Edi mengawali materi dengan menceritakan kondisi penerbit di tengah pandemi corona. Menurut narasumber, banyaknya outlet penerbit yang tutup selama kebijakan social dan physical distancing berlaku, betul-betul menguji ketahanan sebuah penerbit.

Darah penerbitan adalah karya tulis dari penulisnya, dimana dari karya tulis tersebut dapat diubah menjadi sebuah media buku yang dapat dinikmati pembacanya melalui outlet-outlet pemasaran baik toko buku, kampus, sekolah, dan pembaca secara langsung.

Setiap penerbit telah dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional, sebagai penanda setiap terbitannya, dan dinaungi di bawah IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus. Penerbit di bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passionnya dalam menerbitkan buku.

Selasa, 21 April 2020

Ini loh Rahasia Menulis Cepat dan Tepat di Media

Oleh : Ditta Widya Utami
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat

Narasumber : Catur Nurrochman Oktavian
Penulis 20 buku, redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sejak Jan 2019, telah menghasilkan ratusan artikel tersebar di media daring dan luring. Guru SMP yang hobi menulis sejak 1999, buku pertamanya terbit tahun 2003. Pendidikan S1 di UNS, S2 di UPI Bandung. Sejak Juli 2019 menjadi Ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Pengurus Besar PGRI.
Materi : Menulis Cepat dan Tepat di Media Daring/Luring
Pernah nggak sih ngerasa nggak mood buat nulis? Atau berpikir ni tulisan kita bakal disukai pembaca nggak ya? Tulisan saya harus kaya gimana supaya disukai dan dipahami pembaca?

Sabtu, 18 April 2020

Yuk belajar dari Pak Sigit, Gupresnas 2015

Oleh : Ditta Widya Utami
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat

Narasumber : Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd.
Juara pertama guru berprestasi tingkat nasional untuk jenjang SMP (2015) dan Duta rumah belajar kemdikbud (2018)
Materi : Menulis dan Berprestasi

Jumat malam (17/04/2020), Pa Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd., gupres dari SMPN 1 Wonosari, Gunungkidul Yogyakarta hadir sebagai pemateri di WAG Gelombang 7 Belajar Menulis Bersama Omjay. Beliau mengawali materi dengan berkisah tentang perjalanan beliau membuat buku.

"Saya baru satu kali membuat buku. Itu pun harus saya buat sama istri selama 9 tahun baru bisa jadi 1 buku kumpulan cerpen yang berjudul 'Aku ingin menghitung rembulan' pada tahun 2017 berhasil menjadi salah satu desiminator terbaik literasi smp tingkat nasional." Demikian tutur Pak Sigit.

Meski baru menulis satu buku, Pak Sigit ini ternyata sering membuat coretan artikel, berita dan juga tutorial yang lumayan banyak. Semuanya diupload di web beliau yaitu ciget.info maupun di inobel.id. Bisa dikatakan beliau itu satu madzab dengan Omjay alias guru yang senang menulis di blog. Hehe.

Jumat, 17 April 2020

Yuk Mengajar pakai Gaya Motivator!

Oleh : Ditta Widya Utami, S.Pd.
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat

Hari, tanggal : Kamis, 16 April 2020
Narasumber : Aris Ahmad Jaya, DVM., MM.
Motivator sekolah-sekolah unggul di seluruh Indonesia, CEO di lembaga ABCo SUGESTI MOTIVATIND
Materi : Mengajar Gaya Motivator (MGM)
Agar menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan, pribadi yang dirindukan dan menginspirasi.

Semalam, peserta belajar menulis lewat WAG bersama Omjay (PGRI) kembali mendapat materi yang luar biasa. Pak Aris sebagai narasumber menyampaikan materi melalui pesan suara yang disertai beberapa slide penjelas. Berikut adalah materi yang beliau sampaikan :

Berdasarkan niat, guru itu ada 2 macam :
1. Guru Betulan, yaitu yang dari awal sudah niat jadi guru. Karena sudah niat, guru betulan bisa jadi guru yang diidamkan.
2. Guru Kebetulan. Kebetulan lulus dari univ, sambil nunggu panggilan kerja, jadi guru dulu. Kebetulan ada yayasan ortu yang butuh guru. Kebetulan ada teman yang mengajak, dll.

Kamis, 16 April 2020

Karya Inovasi dan Kualitas Diri

Oleh Ditta Widya Utami
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa barat

Hari, tanggal : Rabu, 15 April 2020
Narasumber : Tri Agus Cahyono, M.Pd., peraih Inobel 2016
Biodata lengkap baca di sini.
Materi : Karya Inovasi dan Kualitas Diri

"Pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang." Demikian Pak Tri mengawali materi pada Rabu malam (15/04/2020).

Jika mengacu pada taksonomi bloom yang direvisi Karthwool, maka karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi, ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, menciptakan).

Rabu, 15 April 2020

Mengenal Lebih Dekat Majalah Suara Guru PGRI

Oleh : Ditta Widya Utami, S.Pd.
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat

Narasumber : Dr. Jejen Musfah, M.A. - Pimpinan Redaksi Majalah Suara Guru PGRI
Biodata lengkap bisa dilihat di sini.
Materi : Menulis Artikel di Majalah Suara Guru PGRI
Selasa malam (14/04/2020), peserta WAG Belajar Menulis bersama Omjay mendapat materi dari Dr. Jejen Musdah, M.A. terkait menulis artikel di majalah Suara Guru (SG) GPRI.

Pa Jejen mengatakan bahwa majalah SG sendiri sudah setua PGRI, berpuluh tahun. Kini majalah SG ada yang versi online dan cetak. Versi cetak terbit setiap dua bulan sekali. Dicetak 5000 eksmplar, dibagikan ke hampir 34 provinsi serta rubriknya beragam : Opini, resensi, sastra, destinasi, dll.

Bagi para guru yang ingin tulisannya dimuat di Majalah SG PGRI, silakan mengirimkan karyanya ke email majalah.suaraguru@gmail.com.

Syarat  mengirimkan artikel ke redaksi Majalah SG PGRI :

  • Menyebutkan status dan foto
  • Tulisannya sesuai rubrik di atas
  • Diutamakan bidang pendidikan dan isu-isu yg hangat
  • Tidak mengandung unsur SARA
  • Untuk opini maksimal 1000 kata

Di sesi diskusi, Pak Jejen menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta, antara lain :

  • Artikel yang sudah dimuat baik online maupun cetak pada majalah SG tidak boleh dikirim ke media cetak lain.
  • Untukm membuat opini, silahkan perbanyak baca opini di surat kabar. Karena penulis yang baik = pembaca yang baik. Buatlah yang orisinil, bukan plagiat.
  • Jika tulisan  kita dimuat, akan dikirimkan linknya (online) atau majalahnya (cetak).
  • Untuk hasil penelitian, sebaiknya tidak dikirim ke majalah SG, namun ke jurnal PGRI.
  • Bagi yang membutuhkan surat bukti penerbitan naskah, bisa dibuatkan.

Demikian kurang lebih isi materi dan diskusi bersama Pak Dr. Jejen.