Halaman

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juni 2021

KSN, Berita Duka dan Undangan Pembekalan CPP

Kompetisi Sains Nasional

Hari ini, tiga siswa SMPN 1 Cipeundeuy mengikuti seleksi awal Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat kabupaten. Hal ini sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) yang telah diberikan oleh Dinas Pendidikan Kab. Subang Bidang Kesiswaan Seksi Peserta Didik dan Pendidikan Karakter. 

Sebelum KSN dimulai. Dari kanan : Tasya (KSN IPA), Fatha (KSN Matematika) dan Kania (KSN IPS)

Dalam juklak tersebut juga ada petunjuk mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN). 

Jumat, 04 Juni 2021

Penyerahan Medali ODOP Challenge Lisangbihwa dan Masuk Berita

Dari kiri : Pak Tri (komite), ibu dari ananda Neni, Neni, perwakilan Fitra, me dan Pa Agus Sutopo (Wali Kelas Neni dan Fitra)

Hari ini (4 Juni 2021) sebagaimana diagendakan, SMPN 1 Cipeundeuy Subang menyerahkan medali dan piagam penghargaan ODOP Challenge Lisangbihwa kepada ananda Neni dan Fitra. ODOP (One Day One Page) Challenge adalah tantangan menulis setiap hari yang diadakan oleh komunitas Literasi Subang Bihari dan Berwibawa (Lisangbihwa).

Bekerja sama dengan dinas pendidikan, ODOP Challenge membuka kesempatan kepada siswa SMP/MTs sederajat untuk berkarya. Setiap peserta boleh membuat puisi ataupun cerpen. 

Kamis, 03 Juni 2021

Mengurus ATM Tunjangan Profesi

Sumber : 123rf.com

Di zaman yang dituntut serba cepat, adanya ATM dan internet banking tentu sangat memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Namun, apa jadinya bila Anda tak bisa mendapat ATM dan harus pergi ke teller setiap akan bertransaksi? Simak kisahnya sebagaimana pengalaman saya berikut.

Mengurus TPG

Sejak dinyatakan lulus PPG 2020, pihak Universitas Negeri Makassar (UNM) membantu lulusan PPG-nya menerbitkan NRG. NRG adalah Nomor Registrasi Guru, yaitu nomor unik yang dimiliki guru bersertifikasi.

Rabu, 02 Juni 2021

Pembukaan Pembekalan Pengajar Praktik PGP Angkatan 3

Selasa, 2 Juni 2021 pukul 07.30 WIB saya sudah berada di sekolah. Selain ada rapat dinas, hari ini saya pun akan mengikuti Pembukaan Pembekalan Pengajar Praktik Program Guru Penggerak (PP PGP) Angkatan 3.

Sesuai jadwal, sekitar pukul 08.00 WIB Walmah Ni'maturrohmah (Pokja PGP) mulai membuka acara yang dilaksanakan melalui zoom meeting.

Bu Walmah (kiri atas), Pak Praptono (kanan atas), dan Pak Iwan (bawah) di acara pembukaan Pembekalan Pengajar Praktik Angkatan 3

Usai pembukaan oleh MC, doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan laporan terkait pembekalan PP PGP. Laporan disampaikan dengan baik oleh Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PPP GTK), Dr. Praptono.

Selasa, 01 Juni 2021

Undangan Pembekalan Pengajar Praktik PGP

Registrasi Pembukaan Pembekalan PP PGP Angkatan 3

Hari ini di grup Pengajar Praktik Program Guru Penggerak (PP PGP) Subang, anggota sibuk membicarakan perihal undangan pembekalan.

Sejak diumumkan lulus seleksi tahap 2, di SIMPKB memang ada pernyataan bahwa pembekalan akan dilakukan pada akhir Mei hingga pertengahan Juli. Namun, karena tidak ada tanggal pasti, seringkali kami mengecek SIMPKB atau bertanya di grup barangkali sudah ada yang mendapat info.

Minggu, 10 Januari 2021

Selangkah Menuju Guru Profesional

"Kepadanya diberikan sebutan profesi GURU (Gr.) Ilmu Pengetahuan Alam sesuai hak dan kewajiban yang melekat pada sebutan profesi tersebut."

Saya tak bisa berkata-kata saat membaca kalimat tersebut. Bahkan untuk beberapa saat, saya menahan nafas. Meski baru draft sertifikat, tapi ... selangkah menuju guru profesional rasanya sungguh mendebarkan.

Ah, mungkin belum tepat juga jika saya mengatakan guru profesional. Karena, meski telah belajar dan lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa PPG (UKMPPG), saya masih harus banyak belajar untuk menjadi guru yang benar-benar profesional.

Minggu, 03 Januari 2021

Hadiah Terindah di Awal Tahun 2021

Tahun baru saat pandemi sungguh terasa sepi. Tapi meski ramai, biasanya saya memang tidak ikut merayakan. Esensi dari sebuah pergantian tahun bukan sekedar hura-hura atau bersenang ria. Lebih dari itu, kita harus mampu melakukan introspeksi diri. Menyiapkan agar di tahun berikutnya menjadi lebih baik.

Berkumpul bersama keluarga sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Namun, ternyata Allah masih memberikan kejutan manis di awal tahun baru ini.

Bada subuh (1 Januari 2021), saya mengecek informasi yang masuk di grup WA. Masya Allah, ternyata benar pengumuman kelulusan UKMPPG sudah dimulai per 1 Januari 2021.

Masih menemani Fatih usai mandi pagi, saya pun mengecek laman kelulusan. Panas dingin terasa. Padahal udara mulai menghangat dengan terpaan sinar matahari pagi.

Saya bahkan sempat memejamkan mata usai memasukkan no peserta dan tanggal lahir untuk mengetahui status kelulusan.

Alhamdulillah ....
Ternyata saya lulus UKMPPG. Saya pun langsung menciumi anak saya yang disambut dengan senyuman manis dan tawanya seolah ikut berbahagia. Tak lupa memberi kabar ke orang tua dan mancium tangan mereka sebagai ucapan terima kasih atas doa dan dukungannya selama ini. 

Duhai Allah, terima kasih atas kado terindah di awal tahun ini. Semoga menjadi jalan keberkahan untuk menjalani hari-hari berikutnya. Aamiin.

Senin, 07 Desember 2020

Pengumpulan Jawaban PAS

Kurikulum PJJ saat pandemi memang bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah. Salah satu hasil evaluasi PJJ tengah semester adalah dilaksanakannya penilaian akhir semester (PAS) secara luring.

Teknisnya, siswa mengambil soal di sekolah lalu mengerjakan di rumah dalam waktu yang telah ditentukan (di kabupaten kami masih belum diizinkan tatap muka). Kemudian, pada hari ini, siswa mengumpulkan semua jawaban PAS yang telah dikerjakan. 

Untuk mematuhi protokol kesehatan, maka siswa dan guru yang datang harus mengenakan masker. Agar tidak berkerumun, maka proses pengumpulan dibagi sesuai kelas masing-masing. Di kelas pun, masih tak boleh berkerumun. Peserta didik harus antri dan menjaga jarak saat akan mengumpulkan jawaban.

Dengan cara ini, hampir 100% siswa mengikuti PAS. Bila harus dilaksanakan online, mungkin hanya separuh bahkan kurang yang akan mengikuti. 

Oh iya, bila biasanya soal PAS dibuat MGMP, di semester kali ini guru mapel di sekolah masing-masing yang membuat.

Well ... Lembar jawaban siswa sudah terkumpul. Kini saatnya memeriksa secara manual 😀

SEMANGAT!!!

Minggu, 06 Desember 2020

Akhir PPG

Memeluk Fatih (anak saya yang hampir genap 1 tahun) adalah salah satu hal pertama yang saya lakukan usai mengikuti Uji Pengetahuan PPG Daljab 2020.

Betapa tidak? Selama mengikuti perkuliahan, dengan tugas yang cukup menyita waktu dan tenaga, saya tidak bisa bermain dengan Fatih sepuasnya. Ada waktu dimana saya harus "kabur" dari Fatih agar tugas terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Sebuah pengorbanan yang semoga berbuah manis.

Sungguh bersyukur memiliki suami dan orang tua yang begitu peduli. Di masa-masa sibuk itu, keluarga saya mau bergantian menjaga Fatih. Menemaninya bermain dan belajar banyak hal.

Saya, terkadang hanya kebagian di saat-saat Fatih harus menerima ASI atau menjelang tidur. Tak lupa untaian doa saya bisikkan ke telinganya.

Hari ini, Ahad, 6 Desember 2020. Saya mengikuti Uji Pengetahuan (UP) PPG Daljab 2020. Sebuah tes akhir bagi siapa pun yang mengikuti PPG. Bertempat di Direktorat TIK UPI Kelas H, saya mengikuti ujian yang terjadwal pukul 08.30-11.30 WIB.

Hujan yang mengguyur Bandung sedari pagi tak menyurutkan langkah mengikuti tes ini. Alhamdulillah Fatih sudah terbiasa bangun pagi. Mandi pukul 04.30 WIB pun sudah tak masalah lagi bagi Fatih yang memang senang air.

Hasil ujian kali ini akan diumumkan serentak oleh panitia nasional di situs resmi UKMPPG (Uji Kompetensi Mahasiswa PPG). Kelulusannya berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) dengan batas minimal 70.

Saya sendiri belum tahu apakah nilai saya mencukupi atau belum. Tapi untuk saat ini, saya sungguh lega karena seluruh rangkaian PPG Daljab Angkatan 3 tahun 2020 telah terlaksana. Kini, saya bisa melakukan aktivitas-aktivitas lain yang lebih ringan dan menghibur seperti membaca buku favorit atau melanjutkan menulis proyek buku. Hehe ...

Menjadi mahasiswa PPG Daljab sungguh memberi pengalaman yang berarti. Selain belajar membuat perangkat yang baik, saya pun telah belajar bagaimana praktik mengajar yang baik. Tak hanya meningkatkan ilmu/pengetahuan/pengalaman di bidang pedagogi, tetapi juga profesional pun terasah. Alhamdulillah 🤲🏻

Ya Allah, terima kasih atas kesempatan ini. Semoga hasil UKMPPG nya baik dan lulus. Aamiin ...

Jumat, 28 Agustus 2020

Serunya Update Dapodik sambil Daring PPG 😄

Ada yang unik di perkuliahan PPG tahun ini. Ketika masuk Modul 2, saya sedikit terperanjat melihat tema besarnya. Pedagogi 2 : Peran Guru dalam Pembelajaran Abad 21. 

Seketika saya jadi teringat dengan buku "Menyongsong Era Baru Pendidikan" yang saya tulis bersama Prof. Eko Indrajit. Buku ini merupakan pengembangan dari kompetensi TIK yang harus dimiliki guru berdasarkan standar UNESCO.

Seolah materi PPG adalah pengayaan dari buku kami, saya pun bersemangat mempelajarinya. Unik, karena materi ini dibahas khusus dalam 1 Modul Pedagogi PPG yang terdiri dari 4 Kegiatan Belajar (KB). Yap, bisa dibilang tema ini dibahas dalam 4 BAB. Lihatlah ... betapa guru benar-benar disiapkan untuk profesional dalam menghadapi perubahan dan perkembangan zaman, sehingga materi ini dibuat khusus dalam 1 modul.

Hari ini, mahasiswa PPG Daljab IPA Angkatan 3 UNM mulai mempelajari KB 1 dan 2. Pada KB 1, ada materi berupa video tentang anak abad 21. Ternyuh dan berkaca-kaca melihat kalimat demi kalimat yang ditunjukkan anak-anak generasi z (lahir dari 1995 atau setelahnya). Kalimatnya ada yang berupa pertanyaan maupun pernyataan terkait pembelajaran. Harapan mereka saat belajar, hingga ada satu kalimat yang intinya bertanya bagaimana jika kami adalah anakmu?

Selasa, 07 Juli 2020

Ini loh Hasil Program Didamba PPPPTK IPA Kelas Edublog

Diklat Daring Masif dan Terbuka (Didamba) Angkatan 3 Tahap 1 telah berakhir. Kini saatnya para peserta untuk menyebar luaskan ilmu yang telah didapat.

Saya mengikuti Kelas Blended Learning IPA dengan Edublog. Kelas ini diampu oleh Ibu Lia Zalilia, S.Kom., M.T..

Berikut adalah video rekaman diseminasi saya yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2020 di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang.


Selasa, 12 Mei 2020

Pak Arif : Berbagi Pengalaman Juara Inobel di Ajang Nasional (2016 dan 2018)

"Ide inovasi bisa muncul dari sebuah masalah atau potensi." (Arif Darmadiansah, S.Pd., Gr)

Bagaimana rasanya jika harus mengajar dengan segala keterbatasan sarana prasarana? Apakah Anda akan menyerah dan melakukan hal-hal biasa? Atau justru Anda akan memanfaatkan potensi otak Anda untuk menghasilkan suatu karya inovatif yang bermanfaat?



Selasa, 12 Mei 2020, Pak Arif yang merupakan guru biologi asli Solo dan kini mengabdi di Alor, NTT, berbagi pengalamannya hingga bisa menjadi Juara II (2016) dan Juara I (2018) Lomba Inovasi Pembelajaran (Inobel) Jenjang SMA/SMK Tingkat Nasional.

Pak Arif yang juga meraih Juara I Guru Dedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 mengungkapkan bahwa keputusannya mengikuti lomba Inobel pada tahun 2016 berangkat dari sebuah ide atau gagasan sederhana : (1) ingin membuat kelas menjadi menarik dan menyenangkan; (2) kualitas pembelajaran kurang optimal; dan (3) tiada sarana prasarana yang mencukupi.

Dari permasalahan tersebut, muncul ide inovasi. Dari ide, Pak Arif kemudian memikirkan kira-kira bisa tidak diterapkan di sekolah dengan kondisi tidak ada listrik serta sinyal telepon apalagi internet. Ide yang ada lalu dikembangkan lagi menjadi sebuah produk (bisa media, bahan ajar, atau lainnya). Terakhir, menuliskannya menjadi sebuah karya ilmiah dan bersiap untuk mengikuti kompetisi inobel.

Inovasi dapat ditulis dalam format karya ilmiah apapun. Kalau pengembangan berarti mengikuti penulisan penelitian Rnd. Kalau penerapan atau penggunaan maka mengikuti penulisan penelitian PTK atau eksperimen. Bahkan apabila kita mencoba sesuatu yang baru kemudian kita tulis saja secara deskripsi itu termasuk dalam penulisan best practice. 


Tahap Perlombaan Inobel
Sebagaimana umumnya sebuah lomba, tentu ada tahap-tahap yang harus dilalui. Berikut ini adalah tahapan yang pernah diikuti oleh Pak Arif saat mengikuti lomba Inobel jenjang dikmen (setiap jenjang kaidahnya berbeda).

  1. Daftar melalui portal kesharlindung. Untuk dikmen bisa di akses portal kesharlindung.pgdikmen.kemdikbud.go.id dan untuk dikdas kesharlindung.pgdikmen.kemdikbud.go.id.
  2. Seleksi administrasi dan penilaian proposal penelitian. Apabila lolos maka akan mendapatkan undangan bimtek dari kemendikbud. Adapun syarat administrasi yang diminta misalkan surat peryataan aktif mengajar, surat bukan kepala sekolah, dan lainnya.
  3. Melakukan penelitian yang dilaksanakan di sekolah.
  4. Dilakukan seleksi lagi sehingga didapatkan peserta finalis yang akan kembali di undang untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya. Untuk jenjang SMA ada 3 bidang, yaitu SMA, SMK dan Sekolah Inklusi. Pada tahun 2016 diambil 100 peserta yang lolos sebagai finalis. SMA 50 dan SMK 50 (saat itu belum ada inklusi). Tahun 2018 format dibedakan kembali. Ada kategori utama bagi peserta yang pernah juara, madya yang pernah masuk finalis namun belum juara dan pemula bagi yang pertama kali mengikuti.
  5. Tes pada babak final yang meliputi tes tertulis, tes presentasi dan laporan hasil penelitian. Tes tertulis berisi soal peadagogik pilihan ganda 100 soal.

Salah satu hal yang harus diingat adalah instrumen penilaian produk inobel itu banyak. Bahan yang dipakai (apakah memanfaatkan barang bekas atau yang modern) hanya salah satu aspek yang dinilai. Aspek mudah digunakan, mudah didapatkan, mudah ditiru, dan seberapa manfaat produk itu menjadi penilain yang tinggi.

Inovasi yang Dilakukan Pak Arif
Sekolah Pak Arif berada di ujung Alor, wilayah perbukitan, berbatasan langsung dengan negara tetangga Timur Leste yang dipisahkan oleh selat. Daerah 3T kalau orang bilang. Terpencil, terluar, terdalam dan ter ter lainnya. Secara garis besar, tahap an inovasi adalah : ide - pembuatan produk - validasi ahl i- uji coba dan produk final. 

a. Millea 2016
Minimnya sarana prasarana membuat kegelisahan dan tantangan untuk berbuat lebih baik. Di tahun 2016, Pak Arif terinspirasi dari sebuah proyektor hologram 3D. Pak Arif ingin menjelaskan tentang invertebrata tapi anak-anak tidak punya gambaran sama sekali. Agar menarik, ia pun mencoba membuat proyektor tersebut dimana  hp android berperan sebagai penayang video atau gambarnya.

Langkah pertama, dari mika tutup CD bekas, dibentuk seperti prisma sebagai tempat hologramnya. Namun diganti ganti menjadi akrilik setelah lolos masuk finalis sehingga tampilannya lebih jelas, gambarnya juga detail tidak kusam.

Pak Arif menggunakan metode pengembangan atau RnD dalam penelitiannya. Setelah jadi, produk diberi ke pengawas sekolah untuk dinilai apakah hasilnya valid atau layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Setelahnya, produk diujicobakan ke anak dan mendiseminasikan ke teman guru lain. Hasil yang didapat adalah minat dan hasil belajar anak meningkat.

Media ini diberi nama Millea : Mikroskop lensa laser tenaga surya.

b. Mikroskop 2018
Tahun 2018, Pak Arif sudah punya gambaran dan pengalaman sebelumnya. Jadi lebih siap dengan apa yang harus dilakukan. Ia mendapat ide saat pembelajaran struktur tumbuhan. Tidak ada mikroskop untuk pengamatan. Padahal, 40% praktek Biologi di lab membutuhkan alat yang salah satunya adalah mikroskop.

Media yang dibuat sederhana. Hanya hp yang ditambahi lensa laser bekas mainan anak-anak yang biasa dipakai untuk sorot-sorot itu sehingga perbesarannya bertambah. Walaupun belum maksimal, namun ada hal baru yang anak dapatkan dan mikroskop sederhana tersebut sudah cukup untuk dapat melihat struktur anatomi tumbuhan.

Bagi Pak Arif, dari 2 ide itu, ia merasa beruntung mendapatkan nomor juara karena dari awal, niatnya adalah untuk belajar sementara sisanya adalah bonus.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Sabtu, 18 April 2020

Yuk belajar dari Pak Sigit, Gupresnas 2015

Oleh : Ditta Widya Utami
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat

Narasumber : Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd.
Juara pertama guru berprestasi tingkat nasional untuk jenjang SMP (2015) dan Duta rumah belajar kemdikbud (2018)
Materi : Menulis dan Berprestasi

Jumat malam (17/04/2020), Pa Sigit Suryono, S.Pd., M.Pd., gupres dari SMPN 1 Wonosari, Gunungkidul Yogyakarta hadir sebagai pemateri di WAG Gelombang 7 Belajar Menulis Bersama Omjay. Beliau mengawali materi dengan berkisah tentang perjalanan beliau membuat buku.

"Saya baru satu kali membuat buku. Itu pun harus saya buat sama istri selama 9 tahun baru bisa jadi 1 buku kumpulan cerpen yang berjudul 'Aku ingin menghitung rembulan' pada tahun 2017 berhasil menjadi salah satu desiminator terbaik literasi smp tingkat nasional." Demikian tutur Pak Sigit.

Meski baru menulis satu buku, Pak Sigit ini ternyata sering membuat coretan artikel, berita dan juga tutorial yang lumayan banyak. Semuanya diupload di web beliau yaitu ciget.info maupun di inobel.id. Bisa dikatakan beliau itu satu madzab dengan Omjay alias guru yang senang menulis di blog. Hehe.

Jumat, 17 April 2020

Yuk Mengajar pakai Gaya Motivator!

Oleh : Ditta Widya Utami, S.Pd.
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat

Hari, tanggal : Kamis, 16 April 2020
Narasumber : Aris Ahmad Jaya, DVM., MM.
Motivator sekolah-sekolah unggul di seluruh Indonesia, CEO di lembaga ABCo SUGESTI MOTIVATIND
Materi : Mengajar Gaya Motivator (MGM)
Agar menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan, pribadi yang dirindukan dan menginspirasi.

Semalam, peserta belajar menulis lewat WAG bersama Omjay (PGRI) kembali mendapat materi yang luar biasa. Pak Aris sebagai narasumber menyampaikan materi melalui pesan suara yang disertai beberapa slide penjelas. Berikut adalah materi yang beliau sampaikan :

Berdasarkan niat, guru itu ada 2 macam :
1. Guru Betulan, yaitu yang dari awal sudah niat jadi guru. Karena sudah niat, guru betulan bisa jadi guru yang diidamkan.
2. Guru Kebetulan. Kebetulan lulus dari univ, sambil nunggu panggilan kerja, jadi guru dulu. Kebetulan ada yayasan ortu yang butuh guru. Kebetulan ada teman yang mengajak, dll.

Kamis, 16 April 2020

Karya Inovasi dan Kualitas Diri

Oleh Ditta Widya Utami
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa barat

Hari, tanggal : Rabu, 15 April 2020
Narasumber : Tri Agus Cahyono, M.Pd., peraih Inobel 2016
Biodata lengkap baca di sini.
Materi : Karya Inovasi dan Kualitas Diri

"Pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang." Demikian Pak Tri mengawali materi pada Rabu malam (15/04/2020).

Jika mengacu pada taksonomi bloom yang direvisi Karthwool, maka karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi, ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, menciptakan).

Rabu, 15 April 2020

Mengenal Lebih Dekat Majalah Suara Guru PGRI

Oleh : Ditta Widya Utami, S.Pd.
SMPN 1 Cipeundeuy Subang Jawa Barat

Narasumber : Dr. Jejen Musfah, M.A. - Pimpinan Redaksi Majalah Suara Guru PGRI
Biodata lengkap bisa dilihat di sini.
Materi : Menulis Artikel di Majalah Suara Guru PGRI
Selasa malam (14/04/2020), peserta WAG Belajar Menulis bersama Omjay mendapat materi dari Dr. Jejen Musdah, M.A. terkait menulis artikel di majalah Suara Guru (SG) GPRI.

Pa Jejen mengatakan bahwa majalah SG sendiri sudah setua PGRI, berpuluh tahun. Kini majalah SG ada yang versi online dan cetak. Versi cetak terbit setiap dua bulan sekali. Dicetak 5000 eksmplar, dibagikan ke hampir 34 provinsi serta rubriknya beragam : Opini, resensi, sastra, destinasi, dll.

Bagi para guru yang ingin tulisannya dimuat di Majalah SG PGRI, silakan mengirimkan karyanya ke email majalah.suaraguru@gmail.com.

Syarat  mengirimkan artikel ke redaksi Majalah SG PGRI :

  • Menyebutkan status dan foto
  • Tulisannya sesuai rubrik di atas
  • Diutamakan bidang pendidikan dan isu-isu yg hangat
  • Tidak mengandung unsur SARA
  • Untuk opini maksimal 1000 kata

Di sesi diskusi, Pak Jejen menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta, antara lain :

  • Artikel yang sudah dimuat baik online maupun cetak pada majalah SG tidak boleh dikirim ke media cetak lain.
  • Untukm membuat opini, silahkan perbanyak baca opini di surat kabar. Karena penulis yang baik = pembaca yang baik. Buatlah yang orisinil, bukan plagiat.
  • Jika tulisan  kita dimuat, akan dikirimkan linknya (online) atau majalahnya (cetak).
  • Untuk hasil penelitian, sebaiknya tidak dikirim ke majalah SG, namun ke jurnal PGRI.
  • Bagi yang membutuhkan surat bukti penerbitan naskah, bisa dibuatkan.

Demikian kurang lebih isi materi dan diskusi bersama Pak Dr. Jejen.


Senin, 13 April 2020

Kunci Sukses Menjadi Guru Berprestasi

Resume 11
Ditta Widya Utami
SMPN 1 Cipeundeuy Subang, Jawa Barat

Narasumber : H. Encon Rahman
Juara 1 Gupres Nasional 2016
Peraih penghargaan Princess Maha Chakri Awards (PMCA) 2017 dari Thailand
Tema : Kunci Sukses jadi Gupres

Bukan sekali ini saja sebetulnya saya pernah mendengar nama Encon Rahman. Pa Haji Encon yang juga aktif menulis untuk berbagai macam surat kabar, membuka kelas online tentang bagaimana menulis artikel dan feature untuk koran. Nah, saya termasuk salah satu peserta menulis feature-nya.

Tak disangka, kali ini (12/04/2020) Omjay mengundang beliau sebagai pemateri untuk membahas "Kunci Sukses jadi Gupres". Bahasan ini tentu saja menarik karena beliau adalah salah satu guru yang memiliki segudang prestasi baik di kancah nasional maupun internasional.

Senin, 06 April 2020

Momen Spesial kala Social Distancing

Pandemi corona telah membuat proses belajar mengajar di sekolah menjadi "dirumahkan". Mau tidak mau, pembelajaran konvensional bergeser menjadi pembelajaran daring.

Mulanya, saya meminta siswa untuk mencari informasi (learning to know) terkait proses terbentuknya rumah kaca. Informasinya dituangkan dalam bentuk gambar.

Jika sudah masuk kembali, rencananya saya akan meminta siswa untuk menceritakan apa yang telah mereka buat. Dengan demikian, saya bisa mengecek apakah siswa paham dengan materi ini.

Sabtu, 04 April 2020

Berguru pada Munif Chatib, Gurunya Manusia

Jumat, 3 April 2020, saya dan teman-teman di WAG Menulis bersama Omjay mendapat materi keenam tentang "Menulis Momen Spesial saat Mengajar". 

Proses belajar daring yang dilaksanakan setiap pukul 19.00-21.00 itu menghadirkan Munif Chatib sebagai pemateri dengan dimoderatori oleh Pak Wijaya Kusumah atau yang lebih sering akrab disapa Omjay.

Kamis, 02 April 2020

Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh yang Efektif

Semalam (01/04/2020), pemaparan materi kelima Belajar Menulis bersama Omjay dilakukan dengan meeting converence via aplikasi webex.

Pak Indra Charismiadji, Pengamat dan Praktisi Pendidikan (dengan spesialisai Pembelajaran Abad 21) serta Penggagas E-Sabak memberikan materi tentang Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh yang Efektif. (Profil lengkapnya bisa Anda baca di sini).