"Bukan karena saya yang hebat. Namun, karena pertolongan Allah yang Maha Baik."
(M. Latief)
Wah, mendapat jawaban seperti itu sungguh menampar hati saya! Bagaimana tidak? Terkadang, perasaan telah menjadi manusia 'hebat' terselip di relung hati. Entah sebagai wujud apresiasi diri atau justru ... benih kesombongan. Astaghfirullah.
M. Latief ini adalah adik kelas saya ketika zaman SMP dulu. Kami sama-sama aktif di Pramuka dan OSIS. Anaknya baik, ramah, dan supel. Lama tak jumpa dan bertukar kabar, sebuah grup WA alumni mempertemukan kami lagi.