Halaman

Kamis, 09 April 2020

Belajar Dasar Menulis (Kata, Kalimat, Paragraf) bersama Imam Fitri Rahmadi

Resume materi 9 - Belajar Menulis bersama Omjay

Oleh : Ditta Widya Utami, S.Pd.
SMPN 1 Cipeundeuy Subang, Jawa Barat

Narasumber : Imam Fitri Rahmadi
Lecturer at Universitas Pamulang Indonesia | PhD student at Johannes Kepler Universität Linz Austria | awardee of the Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP) managed by OeAD-GmbH | working on Mobile Microgames for STEAM Education.

Materi : Dasar Menulis: Kata, Kalimat, dan Paragraf

Semua orang bisa menulis. Mulai dari menulis status di media sosial sampai menulis di blog atau buku. Menulis personal dengan menulis untuk keperluan formal tentu berbeda. Untuk menulis formal, akan ada kaidah-kaidah dasar menulis yang harus dipatuhi.

Ada tiga macam konteks penulisan yang dibahas oleh Pak Imam, yaitu :
1. Penulisan personal, sebagaimana anda menulis status atau menulis blog dengan gaya personal. 
2. Penulisan formal biasanya digunakan oleh para jurnalis untuk menulis berita atau oleh para blogger profesional untuk menulis artikel populer. 
3. Penulisan akademik digunakan oleh para akademisi untuk menulis berbagai karya ilmiah seperti makalah, laporan penelitian, atau artikel jurnal.


Pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf merupakan hal paling mendasar yang perlu dipelajari supaya dapat menulis dengan baik. Jika hal tersebut sudah dikuasai, anda akan dapat membuat tulisan yang enak dibaca dan mudah dipahami sesuai dengan tujuan dan konteks penulisan.

A. Pemilihan Kata
Pemilihan kata sangat menentukan rasa tulisan. Perihal pilihan kata yang tepat dan selaras untuk menulis kalimat sesuai dengan tujuan dan konteks penulisan disebut dengan diksi. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, diksi yang digunakan bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan atau menggambarkan hal yang sama.

Sebagai contoh, coba cermati tiga kalimat di bawah ini:
Ibu guru sedang ngobrol-ngobrol dengan kepala sekolah. (Personal)
Ibu guru sedang berbincang-bincang dengan kepala sekolah. (Formal)
Ibu guru sedang berdiskusi dengan kepala sekolah. (Akademik)

Contoh lain adalah penggunaan gue, aku, dan saya, yang memiliki rasa tersendiri jika dipakai pada sebuah kalimat. Gue dan aku terasa sangat personal, sedangkan saya terasa lebih formal. Lalu bagaimana untuk penulisan akademik?

Pada penulisan akademik, kata ganti personal baik orang pertama, kedua, atau ketiga sebaiknya dihindari dengan mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dan menghilangkan kata gantinya. Misalkan, “saya melakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan . . .”, maka sebaiknya ditulis seperti ini: “penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan . . .”

B. Menulis Kalimat
Menulis kalimat yang baik sudah dipelajari sejak duduk di bangku sekolah, yaitu sesuai dengan Subjek, Prediket, Objek, dan Keterangan (SPOK). Namun, agar tidak monoton, sebaiknya kita tambahkan kalimat majemuk atau kompleks ke dalam tulisan kita.

Pak Imam selalu menggunakan rumus yang beliau dapatkan ketika belajar bahasa Inggris untuk keperluan akademik yang jauh lebih sederhana. Selain kalimat sederhana (simple sentence), dalam bahasa Inggris terdapat dua bentuk kalimat lain, yaitu kalimat gabungan (compound sentence) dan kalimat kompleks (complex sentence). 

Kalimat gabungan
Kalimat gabungan dibuat dengan menambahkan salah satu kata dari singkatan FANBOYS: for (untuk), and (dan), nor (maupun), but (tetapi), or (atau), yet (namun), so (sehingga).

Kalimat kompleks
Kalimat kompleks dirangkai dengan menambahkan kata seperti when (ketika), after (setelah), because (karena), since (sejak), although (meskipun), while (sementara), dan lainnya. 

Contoh :
Kalimat sederhana:
Saya membaca tulisan di blog.

Kalimat gabungan:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan tentang cara menulis kalimat.

Kalimat kompleks:
Saya membaca tulisan di blog ketika sedang bekerja dari rumah.

Kalimat gabungan dapat disatukan dengan kalimat kompleks yang kemudian disebut sebagai kalimat campuran:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan tentang cara menulis kalimat ketika sedang bekerja dari rumah.

C. Menyusun paragraf
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentence) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok.

Secara umum, paragraf dibagi menjadi dua, yaitu paragraf deduktif dan induktif. 
1. Paragraf deduktif meletakkan gagasan utama pada kalimat pertama dalam paragraf dengan penjelasan dari umum ke khusus.
2. Paragraf induktif gagasan utamanya terletak pada kalimat terakhir dalam paragraf dengan penjelasan dari khusus ke umum.

Nah, supaya tulisan enak dibaca dan mudah dipahami, sebaiknya gunakan jenis paragraf yang pertama.

Untuk membuat paragraf yang enak di baca dan mudah dipahami, caranya mudah : tulis kalimat topik dalam bentuk kalimat sederhana, baru kemudian lakukan variasi bentuk kalimat pada beberapa kalimat penjelasnya. Perhatikan contoh berikut :

Kalimat topik:
Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan.

Beberapa kalimat penjelas:
Bekerja dari rumah menjadikan jadwal kerja tidak begitu jelas.
Karyawan harus membuat jadwal jam kerja sendiri.
Bekerja jadi tidak nyaman bagi yang memiliki rumah sempit.
Bekerja dari rumah justru waktu menjadi lebih fleksibel.
Lebih banyak waktu untuk keluarga.
Menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.
Menghemat biaya operasional kantor.

Apabila dijadikan paragraf yang semua merupakan kalimat sederhana, maka jadinya seperti ini:

Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Bekerja dari rumah menjadikan jadwal kerja tidak begitu jelas. Karyawan harus membuat jadwal jam kerja sendiri. Bekerja jadi tidak nyaman bagi yang memiliki rumah sempit. Bekerja dari rumah justru waktu menjadi lebih fleksibel. Lebih banyak waktu untuk keluarga. Menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi. Menghemat biaya operasional kantor.

Namun, jika anda melakukan variasi bentuk kalimat dan menambahkan beberapa konjungsi, menjadi lebih enak dibaca dan mudah dipahami seperti ini:

Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Pada satu sisi, bekerja dari rumah menjadikan jadwal kerja tidak begitu jelas sehingga karyawan harus membuat jadwal jam kerja sendiri. Bekerja jadi tidak nyaman bagi yang memiliki rumah sempit. Pada sisi lain, bekerja dari rumah justru waktu menjadi lebih fleksibel dan lebih banyak waktu untuk keluarga. Selain itu, bekerja dari rumah bukan hanya dapat menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi tetapi juga menghemat biaya operasional kantor.

Nah mudah bukan? Yuk, praktik!

4 komentar:

  1. mantul resumenya, semoga banyak dibaca orang lain yang mau belajar menulis

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Waaaah ada Bu Kanjeng 🥰 terima kasih sudah berkenan mampir, Bu. Semoga sehat selalu 🤗

      Hapus